JAKARTA – Orangtua sering kali membuat perhatian terbagi, terutama ketika harus menyeimbangkan pekerjaan dan urusan rumah tangga. Namun ketika pikiran orangtua mengembara, anak akan menyadarinya dan merasakannya.
Bersikap hadir secara emosional memiliki peran penting dalam perkembangan anak dan bagaimana mereka memahami diri sendiri. Tanushri Tejas Talekar, psikolog dan psikoterapis di Samarpan Health, Mumbai menjelaskan bahwa perilaku orangtua yang tampak sepele namun kurang perhatian dapat membentuk dasar emosional anak sepanjang hidup mereka. Ia menegaskan bahwa anak tidak hanya tumbuh dengan makanan, pakaian dan pendidikan, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang aman secara emosional. Kehadiran orangtua bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga merespons kebutuhan emosional mereka.
Tanushri juga membantah anggapan bahwa menjadi orangtua yang terlibat berarti harus selalu sempurna atau tersedia setiap saat. Menurutnya, menjadi hadir secara emosional tidak berarti harus selalu menghibur, menghindari disiplin atau tanpa cela. Terpenting adalah tetap peka terhadap apa yang dirasakan anak.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran emosional tidak diukur dari lamanya waktu bersama anak, tetapi dari kualitas perhatian. Orangtua tidak perlu merasa bersalah jika pekerjaan membuat mereka sibuk. Terpenting adalah usaha untuk benar-benar hadir ketika sedang bersama anak.
5 Kebiasaan Harian agar Orangtua Lebih Hadir Secara Emosional
Psikolog tersebut membagikan lima kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari untuk meningkatkan keterlibatan emosional orangtua:
- Lakukan check-in berdasarkan perasaan setiap pagi, bukan hanya membahas tugas. Tanyakan bagaimana perasaan anak tentang hari yang akan dijalani.
Berhenti sejenak sebelum bereaksi dan coba pahami perasaan di balik perilaku anak, bukan langsung mengoreksi. - Berikan perhatian penuh selama beberapa menit tanpa ponsel, tanpa multitasking dan tanpa agenda.
- Bantu anak mengenali dan menamai emosinya secara lembut agar mereka membangun kosakata emosional tanpa rasa malu.
- Akhiri hari dengan ritual kedekatan, seperti berbincang, bersyukur atau bercerita untuk memperkuat rasa aman dalam hubungan.
Dampak pada Anak Ketika Orangtua Hadir Secara Emosional
Kehadiran emosional orangtua sangat memengaruhi cara anak memandang diri sendiri dan dunia. Anak yang memiliki orangtua yang emosional hadir cenderung tumbuh lebih percaya diri, memiliki regulasi emosi yang lebih stabil, serta kemampuan menghadapi masalah yang lebih kuat. Mereka tidak menghindari kesulitan, tetapi menghadapinya dengan rasa percaya diri.
Sebaliknya, anak yang dibesarkan oleh orangtua yang secara fisik ada tetapi emosional tidak hadir, sering kali menunjukkan perilaku maladaptif dan memiliki pola koping yang buruk hingga dewasa.
Tanushri menjelaskan bahwa anak-anak tersebut cenderung menyembunyikan atau membesar-besarkan emosi mereka demi mendapatkan perhatian dan pola ini akan terbawa dalam hubungan, pekerjaan dan harga diri mereka saat dewasa.
Pada akhirnya, beberapa menit perhatian penuh tanpa distraksi dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan emosional anak. Kehadiran ini mencakup kesediaan untuk mendengarkan secara aktif, bukan sekadar setengah mendengar sambil memikirkan hal lain, serta menunjukkan rasa ingin tahu melalui pertanyaan lanjutan yang tulus. Demikian dilansir dari Hindustan Times, Selasa (2/12/2025).

