JAKARTA – Detoks kini menjadi kata yang sangat populer, mulai dari teh detoks, jus, pil, hingga diet yang mengklaim mampu melakukan “pembersihan mendalam”. Namun, detoks sejati bukan berasal dari produk, melainkan dari kebiasaan kecil sehari-hari yang mendukung organ penting tubuh agar tetap sehat.
Detoks adalah proses mengeluarkan zat beracun dari tubuh dan terbukti membantu menurunkan risiko kanker. Untuk memahami kebiasaan detoks yang dapat membantu mengurangi risiko kanker, Dr. Siddharth Turkar, konsultan onkologi medis di Apollo Hospitals, Navi Mumbai memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa detoks memang dapat membantu menurunkan peluang terjadinya kanker.
Menurut Dr. Turkar, tubuh sebenarnya sudah memiliki sistem detoks alami yang bekerja setiap detik. “Faktanya, liver, ginjal, paru-paru, usus dan sistem imun kita sudah melakukan detoks setiap saat. Namun, kita dapat membantu proses ini melalui kebiasaan sederhana yang dalam jangka panjang menurunkan risiko berbagai jenis kanker,” ujarnya.
BACA JUGA:
Formula Fat Loss Terbukti: Cardio Cerdas dan Strength Training untuk Hasil Permanen
Bahaya Minuman Energi untuk Penderita Penyakit Jantung, Dokter Jelaskan Risikonya
Kebiasaan harian berperan besar karena risiko kanker tidak mungkin turun hingga nol, tetapi dapat ditekan secara signifikan. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan kecil yang tampak sepele akan menumpuk dari waktu ke waktu dan membentuk kondisi kesehatan jangka panjang.
Ia menambahkan bahwa tidak ada satu kebiasaan pun yang dapat menjamin seseorang terbebas dari kanker. “Namun jika dijalankan setiap hari selama bertahun-tahun, seluruh kebiasaan ini memberi dampak besar dan membantu menurunkan risiko secara keseluruhan,” kata Dr. Turkar.
Ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor risiko pribadi seperti genetika dan riwayat keluarga. “Jika Anda memiliki riwayat kanker atau faktor risiko lain, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan skrining dan pencegahan yang lebih personal,” ujarnya, dikutip dari Hindustan Times, Selasa (9/12/2025).
6 Tips Detoks Harian untuk Mengurangi Risiko Kanker
1. Perbanyak minum air
- Mulailah pagi dengan air putih, bukan minuman manis atau produk detoks.
- Minum air secara teratur membantu ginjal dan liver memproses racun lebih efektif.
- Batasi alkohol sebanyak mungkin karena terbukti meningkatkan risiko kanker payudara, liver, kepala dan leher, serta kolorektal.
2. Isi setengah piring dengan sayur dan buah di setiap makan
- Sayuran berwarna, buah, biji-bijian, kacang-kacangan dan lentil kaya serat, serta antioksidan yang membantu tubuh menetralisir senyawa berbahaya.
- Serat membantu membersihkan usus dan mengurangi paparan karsinogen pada dinding usus.
- Sayuran cruciferous seperti brokoli, kol dan kembang kol mendukung fungsi liver dalam memproses racun.
- Hindari daging olahan serta makanan yang sangat asin dan digoreng, karena pola makan buruk adalah penyebab kanker yang dapat dicegah.
3. Gerakkan tubuh minimal 30 menit hampir setiap hari

- Jalan cepat, bersepeda, menari atau aktivitas yang meningkatkan detak jantung membantu menurunkan risiko kanker.
- Aktivitas fisik meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan inflamasi kronis dan menjaga berat badan sehat sehingga menurunkan risiko kanker payudara, usus besar, endometrium, dan lainnya.
- Biasakan hidup aktif seperti berjalan kaki untuk jarak dekat, naik tangga dan bergerak singkat di sela-sela pekerjaan.
4. Lindungi paru-paru dan lingkungan Anda
- Tidak merokok, menghindari asap rokok dan menjauhi vaping sangat penting.
- Ventilasi dapur saat memasak dan kurangi paparan asap di dalam rumah.
- Jika tinggal di area dengan polusi tinggi, batasi aktivitas luar ruangan dan gunakan masker yang tepat. Udara bersih berarti lebih sedikit karsinogen yang masuk ke saluran napas.
5. Prioritaskan tidur
- Tidur 7–8 jam berkualitas setiap malam sangat penting.
- Kurang tidur kronis mengganggu hormon seperti kortisol, insulin dan melatonin yang berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan sel.
6. Kurangi stres
- Bangun rutinitas rileks seperti meredupkan cahaya, menjauh dari layar dua jam sebelum tidur, membaca, stretching atau meditasi.
- Kelola stres melalui aktivitas sehat seperti berjalan, mendengarkan musik, berbicara dengan teman atau menulis jurnal. Ini membantu mengurangi kecenderungan pada kebiasaan buruk seperti merokok, makan berlebih atau minum alkohol yang meningkatkan risiko kanker.

