TelurEnam makanan tinggi protein yang ternyata tak cukup penuhi kebutuhan harian. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Namun, tidak semua makanan yang disebut tinggi protein benar-benar mampu memenuhi kebutuhan protein harian, karena sebagian justru mengandung gula, lemak atau kalori berlebih yang dapat menghambat tujuan diet.

Pelatih kebugaran Sean Fanning membagikan enam jenis makanan yang sering dianggap tinggi protein, padahal sebenarnya tidak begitu besar kontribusinya terhadap kebutuhan protein harian. Melalui unggahan di Instagram pada 2 November, ia menjelaskan satu per satu makanan yang sering disalahpahami ini.

1. Greek Yoghurt Full-Fat (Lemak Penuh)

Fanning menyoroti bahwa Greek yoghurt dengan kandungan lemak penuh sebaiknya dihindari. Pilihan yang lebih baik adalah Greek yoghurt rendah lemak.

“Dalam 100 gram Greek yoghurt biasa hanya ada sekitar 10 gram protein, sedangkan versi rendah lemak mengandung 13 gram. Memang tidak jauh berbeda, tapi jika ditambahkan satu sendok bubuk protein, kandungan proteinnya bisa hampir tiga kali lipat dengan kalori yang jauh lebih rendah,” katanya.

2. Selai Kacang

Menurut Sean, selai kacang memiliki rasio protein terhadap kalori yang rendah, sehingga tidak sepadan jika dijadikan sumber utama protein. “Rasio protein dan kalorinya tidak seimbang dan ini bukan sumber lemak sehat yang baik,” katanya. Ia menambahkan, selai kacang juga kurang cocok untuk mereka yang sedang berusaha menurunkan berat badan, terutama lemak perut.

3. Telur

Telur sering disebut sebagai superfood, tapi Sean mengingatkan bahwa kandungan proteinnya tidak setinggi yang dibayangkan. “Satu butir telur hanya mengandung sekitar 6 gram protein, jadi dua butir untuk sarapan jelas belum cukup,” ujarnya. Ia menyarankan agar telur dikombinasikan dengan sumber protein lain untuk hasil yang lebih optimal.

4. Protein Cereal Bars

Banyak orang memilih protein bar sebagai camilan sehat, tapi Sean mengingatkan bahwa sebagian besar bar ini mengandung banyak gula tambahan. “Kandungan gulanya tinggi dan jumlah proteinnya pun tidak sepadan dengan kalori dan gula yang ada,” katanya. Hal ini membuat protein bar sering kali tidak seefektif yang diklaim.

5. Kacang-kacangan

Meski sering dianggap camilan sehat, Sean menyebut kacang sebagai “camilan yang berbahaya.” “Kalorinya tinggi dan godaan untuk makan terus-menerus membuatnya sulit dikontrol,” ujarnya. Namun, ia juga menekankan bahwa kacang tetap bisa dikonsumsi dengan porsi kecil karena mengandung serat yang baik.

6. Camilan Siap Saji Berlabel Protein

Dengan meningkatnya tren gaya hidup sehat, semakin banyak produk camilan berlabel “tinggi protein.” Tapi Sean justru menghindari produk semacam ini.

“Biasanya, makanan yang diberi label protein justru mengandung banyak gula meskipun rendah lemak,” katanya, dikutip dari Hindustan Times, Minggu (9/11/2025). Ia lebih merekomendasikan sumber protein alami seperti daging dan produk susu, karena lebih murni dan bergizi.

Sean Fanning mengingatkan pentingnya untuk lebih jeli memilih sumber protein. Tidak semua makanan yang tampak “sehat” benar-benar membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *