JAKARTA – PT Metha Cahaya Mulia memperkenalkan transformasi bisnis strategis yang menggabungkan pertumbuhan komersial dengan misi sosial. Langkah ini sekaligus memperkuat dukungan terhadap perkembangan industri kreatif dan MICE di Indonesia.
Bekerja sama dengan Impact of Asia (IOA) yang berbasis di Singapura dan entitas komersialnya, IOA Global Pte Ltd, perusahaan ini meluncurkan inisiatif untuk memberdayakan individu dari kelompok rentan—mulai dari masyarakat tidak mampu, putus sekolah, hingga mereka yang belum memiliki sertifikat keahlian. Melalui program pelatihan dan kesempatan kerja yang layak, PT Metha Cahaya Mulia membuka akses bagi talenta-talenta baru untuk masuk ke industri kreatif yang terus berkembang pesat.
Selama lebih dari satu dekade, perusahaan yang berbasis di Tangerang ini telah menjadi pemain penting dalam dunia MICE Indonesia, merancang berbagai acara korporat, program perjalanan, dan pameran inovatif. Namun pada awal 2025, PT Metha Cahaya Mulia memilih jalur baru: bertumbuh tidak hanya secara bisnis, tetapi juga dalam kontribusi sosial.

Transformasi tersebut dipimpin oleh tim manajemen—Daryl Tan, Razali Ramli, Helen Gunawan, Ringga Masita, dan Sara—yang memiliki keyakinan kuat bahwa dunia usaha dapat menjadi ruang bagi lahirnya perubahan positif. Kolaborasi bersama IOA, di bawah arahan Executive Chairman Impact of Asia Limited dan IOA Global Pte Ltd, Daryl Tan, membawa semangat baru dalam memposisikan kemanusiaan sebagai inti pertumbuhan industri.
“Hari ini kita dapat melihat bahwa profit dan tujuan sosial dapat hidup berdampingan. Saat anda memberi orang martabat dan kesempatan, mereka tidak hanya akan membangun struktur sosial—mereka akan membangun masa depan,” kata Daryl Tan dalam siaran pers, Jumat (14/11/2025).
Dengan filosofi tersebut, PT Metha Cahaya Mulia mulai merekrut individu tanpa sertifikasi ataupun latar pelatihan formal, tetapi memiliki kemauan belajar yang kuat. Melalui pelatihan keterampilan seperti pertukangan, desain, pengecatan, hingga fabrikasi, tim baru ini telah menyelesaikan 20 proyek pameran besar di berbagai kota di Indonesia, termasuk untuk sejumlah merek regional ternama. Setiap stan pameran yang mereka hasilkan membawa cerita tentang kreativitas, ketekunan, dan kebanggaan—sebuah bukti bahwa kekuatan industri kreatif Indonesia tumbuh dari akar rumput.
Dampak Positif untuk Ekosistem Kreatif & MICE
Model bisnis inklusif ini tidak hanya menciptakan peluang kerja, tetapi juga membangun ekosistem kreatif yang lebih kuat. Program-program yang diluncurkan PT Metha Cahaya Mulia di antaranya Program Magang (mengubah talenta mentah menjadi tenaga kerja profesional yang siap pakai, Pelatihan Kreatif (membuka pintu kolaborasi bisnis baru), Program Daur Ulang (mengubah material sisa produksi menjadi sumber daya pelatihan), Donasi Material (menyumbangkan bahan sisa pakai ke sekolah sekitar untuk materi pelajaran seni), dan Ruang Belajar Terbuka (memberi siswa eksposur dunia nyata terhadap keahlian desain dan fabrikasi).

Inisiatif ini juga berakar pada nilai-nilai luhur Asia yang menempatkan pendidikan dan moralitas sebagai dasar kemajuan. Terinspirasi dari Tan Kah Kee Education Fund (Hong Kong) dan Tan Chay Bing Education Fund (Singapura)—yang didirikan oleh keluarga Daryl Tan—gerakan ini memperkuat visi bahwa kreativitas, keterampilan, dan karakter dapat menjadi motor masa depan.
Kini, PT Metha Cahaya Mulia bersama para mitranya mengajak lebih banyak kolaborator regional untuk turut serta memperkuat posisi Indonesia dalam industri MICE Asia. Transformasi ini bukan sekadar strategi bisnis—melainkan cerita tentang potensi manusia, nilai yang dihidupkan kembali, dan semangat kreatif Indonesia yang bangkit dengan integritas.

