Taylor SwiftTaylor Swift beri uang tunai kepada karyawan Kansas City Chiefs yang bekerja saat Natal. (Foto: Female First)

JAKARTA – Surat pribadi Taylor Swift untuk mendiang Liam Payne diperkirakan akan terjual hingga ribuan dolar dalam sebuah pelelangan. Dokumen penuh makna emosional ini menjadi sorotan karena berisi dukungan tulus sang superstar kepada Liam sebelum kepergiannya.

Surat tersebut diperkirakan akan laku hingga USD13.000 ketika Omega Auctions mulai membuka penawaran bulan depan. Taylor menulis surat itu pada Desember 2017, sesaat sebelum tampil di Jingle Bell Ball di London. Dalam pesannya, ia memberikan pujian untuk lagu solo Liam, “Bedroom Floor.”

Penyanyi Fate of Ophelia itu—yang pernah menjalin hubungan dengan Harry Styles, rekan Liam di One Direction—menuliskan, “Liam, sudah lama tidak bertemu! Aku sangat bersemangat untukmu. Kamu benar-benar bersinar di luar sana. Aku sangat menyukai Bedroom Floor. Senang melihat perjalananmu dari jauh, aku selalu mendukungmu. Semoga sukses malam ini!”

Surat tersebut dimasukkan ke dalam amplop dengan tulisan tangan “Liam” yang dihiasi bintang-bintang kecil dan disegel dengan lilin huruf “T”. Di bagian belakang amplop, tertera “Nashville, Tennessee.” Liam diyakini memberikan surat itu kepada seorang teman dekat setelah menerimanya.

Para kolektor menilai surat ini memiliki nilai sejarah sekaligus emosional karena menggambarkan dukungan Taylor kepada Liam pada masa penting dalam karier solonya.

Bulan lalu menandai satu tahun sejak Liam Payne meninggal secara tragis setelah terjatuh dari balkon hotel di Argentina. Sang kakak, Ruth Gibbins, mengungkapkan bahwa ia masih “terlumpuhkan” oleh rasa kehilangan.

Dalam unggahan Instagram-nya, Ruth menulis, “Aku meremehkan rasa duka, benar-benar meremehkannya. Setiap hari aku dibuat lumpuh olehnya. Aku pikir pernah merasakannya sebelumnya, tapi kehilangan sebelum kamu hanyalah kesedihan mendalam. Kamu adalah kehilangan terbesar dalam hidupku, satu-satunya orang yang akan kurindukan di setiap momen hidupku. Aku hanya berharap adik kecilku ada di sini. Kamu seharusnya tidak meninggal.”

Sejak kepergian Liam, Ruth kerap mengalami mimpi buruk berulang, seolah berada di kamar hotel sang adik namun ia tak mampu membuat Liam mendengarnya meski ia “berteriak.”

Ia melanjutkan, “Otakku terjebak pada menit-menit terakhirmu di dunia ini, menit-menit yang takkan pernah kutahu jawabannya, menit-menit yang mengubah segalanya.” Demikian dikutip dari Female First, Sabtu (15/11/2025).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *