Paris HiltonParis Hilton klaim bangun kesuksesan tanpa bantuan, bisnis tembus Rp15 triliun. (Foto: Female First)

JAKARTA – Paris Hilton mengklaim dirinya sukses secara mandiri dan bukan karena kekayaan keluarga. Ia menegaskan bahwa pencapaiannya saat ini merupakan hasil kerja kerasnya sendiri dan bukan pemberian siapa pun.

Paris, yang kini berusia 44 tahun, merupakan pewaris keluarga Hilton. Orangtuanya, Rick dan Kathy Hilton, memiliki kekayaan yang diperkirakan mencapai ratusan juta dolar. Meski demikian, ia bangga dengan pencapaiannya melalui perusahaan miliknya, 11:11 Media, yang mempekerjakan 25 karyawan dan diklaim memiliki valuasi sebesar 1 miliar dolar AS.

Ia mengatakan kepada The Times, “Saya adalah pribadi yang sukses atas usaha saya sendiri. Saya melakukan semuanya secara mandiri. Tidak ada seorang pun yang memberikan saya apa pun selama hidup saya.”

Paris juga memiliki hubungan sangat dekat dengan mendiang kakeknya, Barron Hilton, yang meninggal pada 2019 dan diketahui mewariskan 97% kekayaannya kepada yayasan keluarga. Menurut Paris, sang kakek sangat menghargai etos kerjanya.

“Kami sangat dekat, sering makan siang dan makan malam bersama. Beliau selalu mengatakan bahwa saya bekerja lebih keras dibanding banyak CEO. Beliau bahkan pernah berkata, ‘Dulu aku dikenal sebagai Barron Hilton, tapi sekarang aku dikenal sebagai kakek Paris Hilton.’ Kami selalu tertawa mendengarnya,” ujarnya.

Pemilik single hits Stars Are Blind itu kini memiliki dua anak, Phoenix dan London, yang lahir melalui ibu pengganti pada Januari dan November 2023. Bersama suaminya, Carter Reum, Paris mengungkapkan ia tidak ingin anak-anaknya menjadi sekadar influencer, tetapi berharap mereka mewarisi jiwa entrepreneur sepertinya. “Saat saya bekerja dan mengikuti rapat, mereka selalu berada di dekat saya. Saya merasa mereka sudah menyerap apa yang saya lakukan sebagai seorang ibu yang aktif dan sukses di berbagai bidang,” ucapnya.

Memiliki anak juga membuat Paris semakin memikirkan umur panjang dan kesehatan. Ia mengaku kini obsesif terhadap konsep longevity karena ingin hidup jauh lebih lama, bahkan di atas 100 tahun. Ia mengungkapkan rencananya membangun pusat kesehatan dan umur panjang di rumahnya.

“Saya benar-benar terobsesi dengan umur panjang. Pusat tersebut akan menjadi tempat seperti spa yang belum pernah ada sebelumnya — nuansanya serba pink, penuh kristal, dan memiliki teknologi futuristik sehingga terasa seperti berada di dunia lain,” ucapnya.

Ia juga mendengar adanya kemungkinan manusia bisa hidup hingga usia 150 hingga 160 tahun berkat perkembangan teknologi kesehatan. Paris mengaku tidak takut pada banyak hal, kecuali laba-laba, lebah, dan kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *