Sakit Kanker ProstatPengobatan kanker prostat: 6 hal penting yang perlu Anda ketahui. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Kanker prostat masih sering dibicarakan secara tertutup karena rasa takut dan stigma yang melekat. Padahal, semakin banyak pria memahami penyakit ini, semakin cepat mereka mencari pertolongan, mendapatkan diagnosis yang tepat dan mengelola gejala dengan lebih efektif.

Dr. Likhiteswer Pallagani, Konsultan Urologi, Uro-Onco, dan Ahli Bedah Robotik di KIMS Hospital, Hyderabad, sekaligus Fellow di bidang Uro-Oncology dan Robotic Surgery di AS memaparkan enam hal penting tentang kanker prostat yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pria dan memberi mereka lebih banyak waktu berharga bersama orang tercinta.

1. Memahami Dasarnya

Prostat adalah kelenjar kecil yang biasanya tidak menimbulkan masalah hingga mulai mengganggu. Jika Anda sering bangun untuk buang air kecil di malam hari, itu bisa disebabkan oleh pembesaran prostat akibat usia (BPH) atau bahkan kanker prostat.

“Saat ini, penyakit tersebut sudah tidak semenakutkan seperti 10 tahun lalu,” ujar Dr. Pallagani. Kemajuan besar dalam pengobatan presisi, kecerdasan buatan, robotik, terapi target, dan prosedur minim invasif membuat diagnosis dan perawatan menjadi jauh lebih akurat, serta efektif dalam menjaga kualitas hidup pasien.

2. Pentingnya Konsultasi Dini

Banyak pria menunda pergi ke dokter karena malu atau merasa privasinya terganggu. Padahal, semakin cepat Anda berkonsultasi, semakin mudah dan efektif proses penanganannya.

Perubahan sekecil apa pun dalam pola buang air kecil perlu diperhatikan. Nyeri saat buang air kecil atau ejakulasi, serta adanya darah dalam urine atau sperma, adalah tanda bahaya yang membutuhkan pemeriksaan segera. Kanker prostat stadium awal sering tidak menunjukkan gejala, sehingga pemeriksaan rutin sangat penting.

3. Tes PSA sebagai Sistem Peringatan Dini

“Tes darah Prostate-Specific Antigen (PSA) yang sederhana merupakan langkah awal yang baik” kata Dr. Pallagani. Pemeriksaan darah PSA merupakan langkah awal yang sangat efektif untuk mendeteksi kanker sejak dini, saat penyakit masih paling mudah ditangani.

Meski kini tersedia berbagai pemindaian dan biomarker modern, pemeriksaan PSA tetap dianjurkan secara berkala. Level PSA yang meningkat dapat menunjukkan adanya masalah jauh sebelum gejala muncul. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan antara lain MRI, tes PHI, dan PSMA PET scan.

4. Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Kanker Prostat

Kemajuan AI kini sangat memengaruhi cara dokter mendiagnosis dan menangani kanker prostat. ““Alat berbasis AI, seperti Paige Prostate AI yang telah disetujui FDA,” tuturnya.

AI mampu menganalisis hasil biopsi dan pemindaian dengan lebih cepat dan akurat dibanding metode manual. Ketika dipadukan dengan sistem robotik, AI juga meningkatkan ketepatan prosedur seperti prostatektomi radikal. Selain itu, AI membantu menentukan strategi perawatan yang paling efektif berdasarkan data pasien secara menyeluruh.

5. Terapi Fokus (Focal Therapies)

Jika kanker hanya berada di area kecil, tidak selalu diperlukan pengangkatan atau penyinaran seluruh prostat. Terapi fokus seperti High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) memungkinkan dokter menargetkan area kanker secara langsung.

Opsi lain yang menjanjikan adalah TULSA-PRO, prosedur tanpa sayatan dan tanpa radiasi yang menggunakan MRI real-time dan energi ultrasound untuk menghancurkan jaringan kanker secara presisi. Pendekatan minim invasif ini menawarkan pemulihan lebih cepat, risiko efek samping lebih rendah dan pasien dapat kembali beraktivitas dalam hitungan hari.

6. Rencana Perawatan yang Dipersonalisasi

Menurut Dr. Pallagani, “Pengobatan kanker prostat sekarang tidak lagi menggunakan satu pendekatan yang sama untuk semua orang.” Setiap kanker prostat memiliki karakteristik berbeda, sehingga perawatannya pun harus dipersonalisasi.

Dengan bantuan tes genetik, pencitraan lanjutan, dan profiling tumor, dokter kini dapat menyusun rencana perawatan yang paling sesuai untuk masing-masing pasien. Pendekatan personal ini memberi peluang terbaik untuk kesembuhan dengan efek samping yang seminimal mungkin. Demikian dikutip dari Boldsky, Sabtu (22/11/2025).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *