JAKARTA – SEMENTARA resmi memperkenalkan diri ke dunia musik Indonesia lewat single perdana berjudul “Memoir”. Lagu ini menjadi pintu masuk bagi band pop alternatif asal Jakarta tersebut untuk memperdengarkan warna musik yang atmosferik, melankolis dan penuh refleksi.
Band yang digawangi Alif (vokal), Theo (gitar), Isa (bass), dan Gali (drum) ini mengusung filosofi bahwa momen-momen singkat—meski hanya sementara—dapat meninggalkan jejak mendalam. Lewat “Memoir”, SEMENTARA menawarkan pengalaman mendengar yang hangat dan jujur, dibalut aransemen pop atmosferik dengan nuansa ambient, indie rock, dan sentuhan eksperimental.
“Memoir” bercerita tentang seseorang yang kembali merayakan kenangan bersama orang terdekat yang telah pergi. Lagu ini menggambarkan rasa kehilangan, renungan dan makna kehadiran seseorang yang tetap hidup dalam ingatan.
“Kadang kita baru memahami arti seseorang ketika ia sudah tidak ada. ‘Memoir’ adalah cara kami merayakan kehadiran yang tetap tinggal, bahkan setelah kepergian,” ujar Theo, gitaris SEMENTARA dan penulis lagu “Memoir” dalam siaran pers, Minggu (23/11/2025).
Proses produksinya dilakukan di berbagai tempat, mulai dari Studio 12 Rawamangun untuk aransemen, MangoTree Studio untuk rekaman instrumen, hingga perekaman vokal yang dilakukan di ruang pribadi di Jatibening. Pendekatan ini menghasilkan emosi yang lebih intim dan organik.
“Banyak detail drum yang kami rekam secara organik untuk menangkap rasa yang mentah dan alami. Kami ingin ritmenya tidak hanya mengiringi, tapi juga bercerita,” ujar Gali, drummer SEMENTARA.
Meski prosesnya minim pretensi, hasil akhirnya menghadirkan lanskap suara yang intim dan emosional.
“Kami ingin mempertahankan spontanitas dan emosi mentah dari tiap take. Karena itu, banyak proses yang kami lakukan di ruang pribadi agar rasa inti lagu tetap terjaga,” ujar Alif, vokalis SEMENTARA.
Band Pendatang Baru dengan Karakter Suara yang Jujur
“Memoir” menjadi pernyataan kuat dari SEMENTARA tentang siapa mereka, empat anak muda yang tak ragu mengekspresikan keresahan dan pergulatan batin generasi masa kini. Musik mereka tidak hanya enak didengar, tetapi juga hadir sebagai ruang jeda untuk bernapas dan merasa.

“Kami ingin setiap lagu menjadi ruang jeda, tempat di mana orang berhenti sejenak, bernapas dan merasa tidak sendirian, meski hanya sementara,” ujar Isa, bassist SEMENTARA.
Kehidupan kota, perjalanan menjadi dewasa, hingga momen sederhana sehari-hari menjadi inspirasi utama mereka dalam menulis lagu. SEMENTARA tidak bermaksud mendramatisasi perasaan, tetapi merayakan kejujuran yang muncul dari dalam diri.
Setelah merilis “Memoir”, SEMENTARA tengah merampungkan EP debut yang berisi kumpulan lagu dengan alur emosional yang saling terhubung. EP ini akan membawa pendengar melalui perjalanan kehilangan, pencarian makna, dan proses menemukan diri.
Menyambut perilisan EP tersebut, SEMENTARA menyiapkan berbagai aktivitas seperti kolaborasi dengan kreator dan visual artist, mini showcase/tur terbatas, konten behind the scenes, eksplorasi lirik, hingga kampanye digital di media sosial. “Memoir” sudah dapat didengarkan di seluruh platform streaming digital mulai 7 November 2025.

