JAKARTA – James Cameron mengakui jika dirinya yang menggarap Jurassic Park, film itu akan menjadi jauh lebih menyeramkan. Ia bahkan menyebut versinya akan terasa seperti “Aliens dengan dinosaurus”.
Sutradara The Terminator itu sempat masuk daftar kandidat untuk mengadaptasi novel Jurassic Park karya Michael Crichton ke layar lebar, namun akhirnya proyek tersebut jatuh ke tangan Steven Spielberg. Cameron mengungkapkan, awalnya ia sangat kecewa tidak mendapatkan kesempatan menyutradarai film tersebut. Namun setelah melihat hasil akhir karya Spielberg, ia menyadari bahwa dirinya memang bukan orang yang tepat untuk mengarahkan film itu.
Berbicara kepada majalah Empire, Cameron menjelaskan, “Saya menerima novel Jurassic Park—novel Crichton itu. Buku itu tiba pada Jumat sore dan saya sudah membaca setengahnya pada hari Sabtu. Saya sampai pada adegan di mana anak-anak berada di Jeep, terbalik, terjebak dan kemudian tiranosaurus muncul dan menjilat kaca depan karena bisa mencium bau mereka di dalam. Saat sampai di adegan itu, saya langsung berkata, ‘Saya akan membuat film ini.’ Jadi saya menghubungi agen dan berkata, ‘Saya membeli buku ini!’ Dan dia menjawab, ‘Terlambat, Steven Spielberg sudah mendapatkannya’.”
Cameron kemudian mengakui ia lega tidak jadi menyutradarai Jurassic Park, sebab versinya akan jauh lebih gelap, sadis dan tidak cocok untuk anak-anak.
Ia menambahkan, “Saya sadar ketika menonton filmnya, Spielberg adalah orang yang tepat untuk membuatnya. Bukan saya, karena saya akan membuatnya terlalu menakutkan. Film itu akan berperingkat R. Akan seperti Aliens tapi dengan dinosaurus. Itu pasti keren, tapi Spielberg membuat versi yang akan cocok untuk saya saat berusia delapan tahun—ketika saya menganggap dinosaurus adalah hal paling keren di dunia. Dan itulah film yang memang seharusnya dibuat.”
Dalam sesi tanya jawab yang sama, Cameron juga membahas film klasiknya tahun 1986, Aliens—sekuel dari Alien karya Ridley Scott tahun 1979. Ia mengungkapkan bahwa ia sempat tidak puas dengan efek suara yang dibuat untuk film tersebut.
Cameron menjelaskan bahwa ia akhirnya memulai kembali seluruh proses dan membuat banyak efek suara itu sendiri di ruang tamunya. Ia berkata, “Saya tidak puas dengan tim efek suara saya di Aliens. Mereka seperti mengerjakannya setengah hati. Jadi saya memanggil beberapa teman dari LA yang pernah bekerja dengan saya untuk efek suara di The Terminator. Kami mengosongkan semua furnitur dari ruang tamu rumah kecil yang saya sewa dekat Pinewood Studios dan kami memasang perangkat sintetiser.”
Ia menambahkan, “Saya meniup bagian atas botol bir untuk menghasilkan suara angin aneh dan menyeramkan yang terdengar saat para karakter pertama kali tiba di koloni yang kosong. Dan saya memasukkan mikrofon jauh ke dalam tenggorokan dan membuat suara [desis] untuk Alien Queen—sekarang saya sudah tidak bisa melakukannya sebaik dulu!” Demikian seperti dikutip dari Female First, Sabtu (29/11/2025).

