JAKARTA – Topik cinta, hubungan dan pengembangan diri sering menjadi pembahasan populer di media sosial. Banyak kutipan viral yang akhirnya dianggap sebagai kebenaran, padahal belum tentu sepenuhnya tepat.
Salah satu kutipan yang paling sering digunakan adalah “kamu tidak bisa mencintai orang lain sebelum mencintai diri sendiri.” Namun, seorang terapis menilai pernyataan ini tidak sepenuhnya benar.
Terapis: Kutipan Itu Tidak Sepenuhnya Tepat
Menurut Jeff Guenther, seorang konselor profesional berlisensi, pernyataan tersebut terlalu disederhanakan dan bahkan menyesatkan jika dipahami secara literal.
“Pernyataan ‘kamu tidak bisa mencintai orang lain sebelum mencintai diri sendiri’ itu tidak sepenuhnya benar. Banyak contoh di sekitar kita yang membuktikan sebaliknya.”
BACA JUGA:
Apa Itu Emotional Outsourcing? Ini Kata Ahli tentang Ekspektasi Berlebihan dalam Hubungan
Ia menjelaskan bahwa banyak orang dengan rasa percaya diri rendah tetap mampu mencintai orang lain dengan tulus. “Orang dengan harga diri rendah tetap bisa mencintai anak-anak mereka sepenuh hati. Orang yang sedang depresi tetap hadir untuk teman-temannya. Cinta itu nyata dan bisa dilihat,” katanya.
Menurutnya, masalah sebenarnya bukan pada kemampuan mencintai, tetapi pada pola emosional yang belum terselesaikan.
“Yang sebenarnya terjadi adalah masalah yang belum selesai bisa membentuk pola, seperti kecemasan dalam hubungan atau memilih pasangan yang menguatkan keyakinan negatif tentang diri sendiri,” ucapnya.
Makna Sebenarnya dan Dampaknya
Jeff menjelaskan bahwa kutipan tersebut sering disalahgunakan hingga berdampak negatif. “Sering kali, kutipan ini membuat orang merasa mereka belum ‘layak’ menjalin hubungan sebelum memperbaiki diri sepenuhnya,” katanya.
Akibatnya, banyak orang justru memilih menjauh dari hubungan dan merasa itu sebagai proses “memperbaiki diri”, padahal sebenarnya hanya kesepian. Ia menekankan bahwa bagi sebagian orang, justru melalui hubunganlah mereka menemukan nilai diri.
“Ada orang yang menemukan rasa berharga dalam dirinya justru lewat mencintai orang lain. Itu bukan bentuk penyembuhan yang lebih rendah—itu adalah jalan mereka,” katanya.
BACA JUGA:
6 Aturan Cinta untuk Orang Sensitif agar Hubungan Tetap Harmonis
Jeff juga mengingatkan bahwa manusia pada dasarnya membutuhkan koneksi sosial. “Kita diciptakan untuk terhubung. Proses penyembuhan sering terjadi dalam hubungan, bukan saat menunggu sendirian sampai merasa ‘sempurna’,” ucapnya.
Karena itu, menjauh dari orang lain karena merasa belum cukup baik bukanlah bentuk kesadaran diri. Hal tersebut justru merupakan bentuk kesepian yang dibungkus narasi keliru dari media sosial.

