JAKARTA – Khloe Kardashian mengungkapkan bahwa dirinya masih sering merasa tidak percaya diri. Meski terlihat kuat dan stabil, ia mengaku tetap memiliki keraguan terhadap dirinya sendiri.
Bintang reality show berusia 41 tahun ini merefleksikan perjalanan kesehatan dan perubahan dirinya selama satu dekade terakhir. Dalam wawancaranya di The Morgan Stewart Show, Khloe mengakui bahwa rasa insecure masih sering muncul dalam dirinya.
“Saya merasa selalu tidak percaya diri. Ini seperti paradoks, karena di sisi lain saya juga merasa cukup stabil dan mengenal diri sendiri,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Kamis (9/4/2026).
Ia juga mengungkap bahwa komentar publik kini lebih mudah memengaruhi dirinya dibandingkan sebelumnya. “Hal-hal yang sekarang bisa memengaruhi saya, dulu tidak terasa seperti itu, misalnya 10 tahun lalu,” katanya.
BACA JUGA:
Kate Winslet Ungkap Dampak Peran Berat pada Kesehatan Mental
Khloe mengatakan bahwa kritik paling banyak datang dari perubahan penampilan dan penurunan berat badannya, bahkan ada yang menyebutnya “berubah demi popularitas”.
“Saya sering disebut ‘sellout’ ketika menurunkan berat badan atau melakukan perubahan. Padahal, siapa pun akan melakukan hal yang sama jika punya akses,” ucapnya.
Ia juga menilai bahwa keinginan untuk memperbaiki penampilan adalah hal yang wajar. “Saat terus melihat diri sendiri, kita pasti ingin mengubah sesuatu. Itu hal yang normal,” ucapnya.
Perjuangan dengan Pola Makan dan Terapi
Khloe juga pernah berbagi bahwa ia menjalani terapi untuk mengatasi kebiasaan binge eating (makan berlebihan). “Dulu saya sering makan berlebihan. Itu seperti pelarian dari emosi,” ucapnya.
Ia menggambarkan siklus yang dialaminya cukup berat. “Saya makan terus sampai sakit, lalu merasa jijik dan malu pada diri sendiri. Tapi karena rasa malu itu, saya justru makan lagi. Itu seperti lingkaran yang tidak pernah berhenti,” katanya.
BACA JUGA:
Peter Criss KISS Sebut Kesembuhan dari Kanker sebagai Mukjizat: Tuhan Beri Saya Keajaiban
Melalui terapi, Khloe berusaha memahami dan mengelola kondisi tersebut agar bisa lebih sehat secara mental dan emosional. Pengakuan ini menunjukkan bahwa di balik kehidupan glamor, perjuangan dengan rasa percaya diri dan kesehatan mental tetap menjadi hal yang nyata.

