JAKARTA – Eva Longoria mengungkapkan hal-hal yang paling dirindukan dari Amerika Serikat (AS) sejak tinggal di Spanyol. Meski menikmati gaya hidup yang lebih santai, ada beberapa hal yang menurutnya sulit tergantikan.
Aktris yang dikenal lewat serial Desperate Housewives ini mengaku merindukan keluarga, serta kuliner khas yang tidak mudah ditemukan di Eropa.
Eva Longoria, yang kini membagi waktu antara Spanyol dan Meksiko bersama suaminya Jose Baston dan putra mereka Santiago, mengatakan bahwa makanan menjadi salah satu hal yang paling ia rindukan.
“Saya merindukan keluarga saya, keluarga saya di Texas dan makanan Meksiko yang enak. Itulah yang saya rindukan. Itu yang tidak ada di Eropa, yaitu makanan Meksiko yang benar-benar enak. Mereka sangat menikmati hidup di Spanyol. Mereka suka makan santai dalam waktu lama. Tidak pernah terburu-buru,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Rabu (22/4/2026).
BACA JUGA:
Andrew Watt Ungkap Ozzy Osbourne Bisa Habiskan Burrito dalam 30 Detik
Meski demikian, ia menikmati budaya makan di Spanyol yang lebih rileks dibandingkan dengan kebiasaan di Amerika Serikat.
Menikmati Hidup Lebih Santai di Spanyol
Eva juga mengaku tidak merindukan budaya “working lunch” yang umum di Amerika. “Saya tidak merindukan makan siang sambil bekerja.
Sangat mengejutkan bagaimana kita sebenarnya tidak benar-benar menikmati makan siang dalam budaya kerja kita.
Selalu seperti, ‘Saya ambil sandwich sebentar, lalu kembali.’ Hanya punya satu jam. Sangat stres karena harus cepat kembali,” katanya.
Selain itu, ia juga menikmati kehidupan di Spanyol yang lebih bebas dari kemacetan. “Di tempat kami tinggal di Spanyol, tidak ada kemacetan. Saya berjalan kaki ke mana-mana,” katanya.
Pada November 2024, Eva juga sempat menyebut bahwa tinggal di Spanyol dan Meksiko adalah sebuah “privilege”, terutama dibandingkan dengan kondisi di Amerika Serikat yang ia sebut semakin menantang.
“Saya beruntung. Saya bisa pergi ke tempat lain. Banyak orang Amerika tidak seberuntung itu. Mereka akan tetap berada di negara yang terasa seperti distopia dan saya merasa cemas dan sedih untuk mereka,” ucapnya.
BACA JUGA:
Emraan Hashmi Rela Langgar Diet demi Butter Chicken Khas Delhi, Ini Resepnya!
Ia juga menilai bahwa perubahan di Los Angeles mulai terasa sejak pandemi. “Suasananya berbeda. Lalu Covid terjadi dan semuanya semakin berubah. Entah itu soal tunawisma atau pajak—bukan berarti saya ingin menjelekkan California—hanya saja rasanya bab dalam hidup saya di sana sudah selesai,” ucapnya.
Eva juga menyoroti hubungan antara Amerika Serikat dan Meksiko, khususnya terkait pandangan yang ia anggap kontradiktif.
“Saya merasa hubungan antara Amerika dan Meksiko perlu diperbaiki dan budaya serta makanan bisa menjadi cara untuk merayakan hal-hal baik dari suatu negara. Orang-orang yang berteriak ‘Bangun tembok!’ adalah orang yang sama yang menikmati Taco Tuesday. Saya berpikir, ‘Tidak, tidak. Anda tidak bisa menikmati margarita sambil merendahkan budaya yang memberi Anda taco dan margarita. Anda harus mengakui bahwa ada hal baik dari sana.’”
Pengalaman Eva Longoria ini menunjukkan bahwa kehidupan di luar negeri memang menawarkan ketenangan. Namun, rasa rindu terhadap keluarga dan budaya tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

