JAKARTA – Konsumsi makanan ultra proses seperti biskuit dan kentang goreng diduga dapat merusak kesehatan otot. Studi terbaru menunjukkan pola makan ini juga berkaitan dengan meningkatnya risiko osteoarthritis lutut.
Penelitian yang dipresentasikan oleh Radiological Society of North America menemukan bahwa diet tinggi makanan olahan berkaitan dengan peningkatan lemak di otot paha. Kondisi ini diketahui dapat memengaruhi kualitas otot dan memperbesar tekanan pada sendi.
Para peneliti mengungkapkan bahwa peningkatan lemak di dalam otot paha dapat melemahkan fungsi otot. Akibatnya, beban pada sendi lutut meningkat dan memicu risiko osteoarthritis, yaitu kondisi degeneratif yang menyebabkan nyeri, kekakuan dan keterbatasan gerak.
Dr. Zehra Akkaya mengatakan kepada The Telegraph, “Osteoarthritis adalah masalah kesehatan global yang semakin meningkat dan mahal. Penyakit ini merupakan salah satu biaya perawatan kesehatan terbesar di dunia di luar kanker. Kondisi ini sangat terkait dengan obesitas dan pilihan gaya hidup yang tidak sehat.”
BACA JUGA:
Zayn Malik Dirawat di Rumah Sakit, Batalkan Jadwal Promosi Album Konnakol
Dalam studi tersebut, peneliti menggunakan pemindaian MRI, serta data dari program jangka panjang Osteoarthritis Initiative untuk menganalisis kondisi otot paha lebih dari 600 orang dewasa.
Rata-rata, pola makan peserta terdiri dari sekitar 41 persen makanan ultra proses. Mereka juga mengisi lebih dari 100 pertanyaan terkait kebiasaan makan dan minum, termasuk frekuensi konsumsi makanan olahan.
Kualitas Diet Lebih Penting dari Sekadar Kalori
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara makanan ultra proses dan peningkatan lemak otot tetap ada, terlepas dari jumlah kalori, tingkat olahraga, maupun faktor genetik. Hal ini menandakan bahwa kualitas makanan memiliki peran penting dalam kesehatan otot dan sendi.
Dari seluruh peserta, hampir 400 orang tergolong kelebihan berat badan dan 149 mengalami obesitas—keduanya merupakan faktor risiko utama osteoarthritis lutut. Menurut Johns Hopkins Arthritis Center, kelebihan berat badan sebesar 10 pon saja dapat menambah tekanan sebesar 30 hingga 60 pon pada lutut setiap kali melangkah.
BACA JUGA:
Apa Penyebab Serangan Jantung? Dokter Jelaskan Proses Diam-Diam di Pembuluh Darah
“Mengatasi obesitas memang menjadi tujuan utama dalam penanganan osteoarthritis lutut. Namun, temuan ini menekankan bahwa kualitas diet juga harus mendapat perhatian lebih dan program penurunan berat badan perlu mempertimbangkan kualitas makanan, tidak hanya pembatasan kalori dan olahraga,” kata Dr. Zehra Akkaya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Rabu (22/4/2026).
Temuan ini memperkuat pentingnya memilih makanan yang lebih sehat untuk menjaga berat badan. Selain itu, pola makan yang baik juga berperan dalam melindungi kesehatan otot dan sendi dalam jangka panjang.

