Pangeran HarryPangeran Harry tegaskan tetap bagian keluarga kerajaan, tak akan diam soal konflik global. (Foto: Female First)

JAKARTA – Pangeran Harry menegaskan bahwa dirinya akan selalu menjadi bagian dari keluarga kerajaan Inggris. Ia juga menyatakan tidak akan “dibungkam” dalam menyuarakan isu-isu konflik global.

Dalam kunjungannya ke Ukraina, Harry menjalani berbagai agenda kemanusiaan, termasuk mengunjungi wilayah Bucha bersama organisasi amal The HALO Trust untuk mendukung masyarakat terdampak perang. Dalam wawancara dengan ITV News, Harry menanggapi kritik atas aktivitas internasionalnya setelah mundur sebagai anggota kerajaan aktif pada 2020 dan pindah ke California.

“Saya akan selalu menjadi bagian dari keluarga kerajaan, dan saya di sini bekerja melakukan hal yang memang sejak awal menjadi tujuan hidup saya,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Minggu (26/4/2026).

BACA JUGA:

Pangeran Harry: Anak Harus Jadi Upgrade Orangtua, Parenting Perlu Ikut Berkembang

Ia juga menegaskan pentingnya kebebasan berbicara dalam menghadapi isu global. “Kita harus merasa berdaya untuk mengatakan kebenaran kepada pihak yang berkuasa,” ujarnya.

Harry menambahkan bahwa dirinya tidak akan diam terhadap kritik yang mencoba membatasi perannya. “Saya tidak akan dibungkam,” ujarnya.

Meski hubungannya dengan Pangeran William dan Catherine, Princess of Wales disebut renggang, Harry masih memiliki kontak terbatas dengan ayahnya, Raja Charles III, termasuk pertemuan pribadi tahun lalu.

 Soroti Dampak Perang dan Seruan Perdamaian

Dalam kunjungannya, Harry juga berjalan di area ladang ranjau di Bucha, mengingatkan pada aksi mendiang ibunya, Putri Diana, yang pernah melakukan hal serupa di Angola pada 1997. Ia memuji kerja organisasi kemanusiaan yang terlibat dalam penanganan dampak perang.

“Apa yang dilakukan Halo Trust adalah pekerjaan yang luar biasa. Sangat menyedihkan, karena hampir 30 tahun lalu ibu saya berada di Angola dan sekarang kita kembali menghadapi konflik baru,” katanya.

Harry juga menyoroti dampak jangka panjang dari konflik yang terjadi. “Upaya pembersihan yang dibutuhkan di sini akan berlangsung hingga dua, tiga, bahkan empat dekade ke depan,” ujarnya.

Dalam forum keamanan Kyiv, Harry secara langsung menyerukan penghentian perang kepada Vladimir Putin. “Presiden Putin, tidak ada negara yang diuntungkan dari hilangnya nyawa yang terus terjadi. Masih ada kesempatan sekarang untuk menghentikan perang ini,” katanya.

BACA JUGA:

Miranda Kerr dan Orlando Bloom Utamakan Anak meski Berpisah, Ini Kunci Co-Parenting

Ia juga mengecam berbagai pelanggaran yang terjadi selama konflik. “Di wilayah pendudukan, terdapat bukti kuat dan terdokumentasi mengenai kejahatan perang sistematis: serangan terhadap warga sipil, pembunuhan massal, penyiksaan, kekerasan seksual dan deportasi paksa.”

Harry menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa dianggap sebagai dampak sampingan perang. “Ini bukan kerusakan sampingan. Ini bukan kekacauan perang. Ini adalah tindakan yang terorganisir, sistematis dan disengaja,” katanya.

Pernyataan tegas ini menegaskan posisi Harry sebagai figur publik yang aktif dalam isu kemanusiaan global. Di sisi lain, ia tetap menjaga identitasnya sebagai bagian dari keluarga kerajaan Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *