JAKARTA – Demi Moore mengaku memiliki keraguan terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau AI di industri perfilman. Meski begitu, aktris berusia 63 tahun itu menilai Hollywood tetap harus belajar beradaptasi dengan teknologi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Demi saat menghadiri konferensi pers di Cannes Film Festival. Demi mengatakan, AI kini sudah menjadi bagian dari industri sehingga sulit untuk dihindari.
“AI sudah ada dan melawannya adalah pertarungan yang mungkin tidak akan kita menangkan,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Rabu (13/5/2026).
BACA JUGA:
Bayaran Meryl Streep di The Devil Wears Prada 2 Capai Rp217 Miliar
Menurutnya, langkah terbaik adalah mencari cara agar manusia dan teknologi bisa bekerja berdampingan. Namun, bintang film The Substance itu juga mempertanyakan apakah industri hiburan sudah cukup melindungi para pekerja kreatif dari dampak AI.
“Insting saya mengatakan mungkin belum,” ujarnya.
Meski mengakui AI memiliki sisi positif, Demi percaya teknologi tersebut tetap tidak mampu menggantikan seni yang lahir dari manusia. “AI tidak akan pernah bisa menggantikan seni sejati yang datang dari jiwa,” katanya.

Demi Moore Kenang Awal Kariernya di Hollywood
Dalam kesempatan lain, Demi juga mengenang awal perjalanan kariernya saat bergabung dalam serial General Hospital pada 1981. Ia mengaku sempat merasa takut ketika mendapatkan peran tersebut.
“Itu menjadi momen pertama yang membuat saya merasa mungkin saya benar-benar bisa menjalani profesi ini,” katanya.
BACA JUGA:
Renee Zellweger dan Ben Affleck Bersatu di Film Baru A Woman in the Sun
Saat itu, Demi baru berusia 18 tahun dan mulai mendapatkan penghasilan tetap dari dunia akting. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi titik penting yang membuatnya yakin bisa hidup dari pekerjaan yang ia cintai.
“Saya akhirnya bisa hidup dari hal yang benar-benar saya sukai,” katanya.
Pandangan Demi Moore menunjukkan bahwa teknologi akan terus berkembang di industri film. Namun, banyak pelaku perfilman masih percaya emosi dan jiwa manusia tetap menjadi inti dari sebuah karya seni.

