JAKARTA – Rapper dan penyanyi asal Kanada, Drake, resmi menjadi artis paling banyak diputar di Spotify dalam satu hari sepanjang 2026. Rekor tersebut tercipta pada Jumat (15/5/2026), setelah perilisan album studio kesembilannya berjudul Iceman yang langsung mendominasi platform streaming musik dunia.
Iceman menjadi album paling banyak diputar dalam satu hari di Spotify sepanjang 2026 sejauh ini. Sementara lagu pembukanya yang berjudul Make Them Cry juga mencatatkan rekor sebagai lagu paling banyak diputar dalam sehari pada tahun ini.
Spotify mengumumkan pencapaian tersebut melalui Instagram resminya. Dalam unggahan itu, Spotify menulis, “Pada 15 Mei, Drake menjadi artis paling banyak diputar di Spotify dalam satu hari sepanjang 2026, Iceman menjadi album paling banyak diputar dalam satu hari sepanjang 2026, dan Make Them Cry menjadi lagu paling banyak diputar dalam satu hari sepanjang 2026 sejauh ini.”
Album Iceman menjadi proyek solo pertama Drake sejak album For All the Dogs yang dirilis pada 2023. Bersamaan dengan perilisan Iceman, Drake juga merilis album kejutan berjudul Maid of Honour dan Habibti.
Drake Ungkap Ayahnya Idap Kanker dan Cerita Ketakutannya Menua
Dalam lagu Make Them Cry, Drake yang memiliki nama asli Aubrey Graham mengungkapkan kondisi sang ayah, Dennis Graham, yang saat ini tengah berjuang melawan kanker. Lirik emosional tersebut menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam album terbaru sang musisi.
Drake menyanyikan lirik, “Ayah saya sekarang terkena kanker, kami sedang melawan berbagai tahap penyakit ini. Percayalah saat saya mengatakan ada banyak hal lain yang sebenarnya lebih ingin saya hadapi.”
Ia melanjutkan, “Dan kali ini, jika kalian meminta saya menggali lebih dalam, saya akan dengan senang hati menjelaskannya.”
BACA JUGA:
Westlife Ingin Kisah Perjalanan Karier Mereka Dijadikan Film
Penyanyi sekaligus rapper pemenang lima Grammy Awards itu juga membicarakan kedua orangtuanya dalam lagu tersebut, termasuk ibunya yang kini berusia 66 tahun, Sandi Graham.
Dalam lirik berikutnya, Drake mengatakan, “Saya tahu pasti orangtua saya melihat saya sebagai seseorang yang berhasil melewati banyak hal. Tapi sekarang ketika saya melihat mereka kembali, hari-hari ini saya melihat pasangan yang mulai menua.”
Drake juga secara jujur mengungkapkan kekhawatirannya tentang pertambahan usia. Musisi berusia 39 tahun itu menyebut dirinya sedang “berjuang melawan penuaan”.
Ia melanjutkan liriknya dengan mengatakan, “Saya akan segera berusia 40 tahun dan saya sedang melawan penuaan.”
“Saya juga sedang menghadapi kenyataan bahwa albumnya bahkan belum dirilis, tetapi orang-orang sudah mulai mengeluh.”
“Persetan, saya akan melawan label rekaman. Persetan, saya akan melawan perusahaan besar.”
“Saya akan melawan stasiun radio sampai lagu-lagu saya kembali diputar. Salam untuk penggemar sejati yang tahu apa yang saya simpan selama ini. Salam juga untuk penggemar palsu, saya kira kita punya kesepakatan.”
Untuk mempromosikan album Iceman, tim Drake membuat aksi promosi besar di pusat kota Toronto, Kanada. Mereka menempatkan menara balok es raksasa yang diperkirakan memiliki tinggi sekitar 15 kaki, panjang 20 kaki, dan lebar 15 kaki di sebuah area parkir.
BACA JUGA:
Madonna, Shakira dan BTS Jadi Pengisi Halftime Show Pertama di Final Piala Dunia
Drake kemudian memberi tahu para penggemarnya bahwa tanggal perilisan album Iceman tersembunyi di dalam balok es tersebut. Strategi promosi unik itu juga didukung dengan pengumuman melalui media sosial.
Aksi promosi tersebut muncul setelah pelantun lagu One Dance itu mengaku mulai lelah dengan proses promosi album yang dianggap terlalu standar. Dalam wawancara bersama Complex, Drake mengatakan dirinya membutuhkan tantangan baru dalam memperkenalkan karya musiknya kepada publik. Demikian dikutip Celebdaily.id dari Female First, Kamis (16/5/2026).

