JAKARTA – Main Drum Bareng Volume 6 sukses digelar di Canopy Area One Satrio, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026), dengan menghadirkan pengalaman bermain drum secara massal dan interaktif. Kegiatan ini menjadi salah satu pelopor di Indonesia dan Asia Tenggara yang menggabungkan edukasi musik, komunitas, serta pengalaman bermain drum bersama dalam skala besar.
Mengusung konsep inklusif, Main Drum Bareng membuka ruang bagi siapa saja untuk merasakan pengalaman menjadi drummer tanpa batasan usia, latar belakang, maupun kemampuan.
“Jadi, Main Drum Bareng itu adalah tempat semua orang bisa main drum dari semua kalangan, dari umur berapa aja, dari kalangan apa aja, dari yang tua, muda, ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, anak-anak, orang kantoran, disabilitas. Itu semua bisa main drum di Main Drum Bareng,” ujar Yoiqball, founder Main Drum Bareng dalam rilis kepada Celebdaily.id, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Yoiqball, kegiatan ini tidak hanya mengajarkan teknik bermain drum, tetapi juga memberikan pemahaman penting mengenai cara mendengarkan dalam bermusik. Baginya, bermain musik bukan sekadar menunjukkan kemampuan pribadi, tetapi juga membangun koneksi dengan pemain lain.
“Kita juga harus belajar gimana dengerin temen sebelahnya, terus nanti kalau misalnya ngeband gimana cara bisa dengerin bassis, vokalis, keyboardis, dan gitaris. Main Drum Bareng ini kita bisa belajar buat mendengarkan teman kanan, kiri, depan, belakang,” kata Yoiqball yang sekaligus menjadi lead drummer.

Main Drum Bareng Volume 6 Usung Konsep The Upcycle Groove
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Main Drum Bareng Volume 6 untuk pertama kalinya digelar dengan konsep outdoor sesuai permintaan para peserta. Puluhan peserta hadir memainkan drum yang sudah disediakan, bahkan membawa barang bekas untuk dijadikan alat pukul.
Dalam setiap penyelenggaraannya, Main Drum Bareng selalu menghadirkan kolaborasi bersama drummer ternama Indonesia. Beberapa nama yang pernah terlibat di antaranya Yandi Andaputra, Sandy Pas Band, Galih Justdrum, hingga Yoyo Padi.
Pada Volume 6, Main Drum Bareng menggandeng Marissa Sutanto sebagai beat leader. Sosoknya dikenal sebagai “drummer panci” setelah kontennya viral di media sosial karena berhasil mengubah berbagai peralatan rumah tangga menjadi instrumen perkusi kreatif.
Kehadiran Marissa sesuai dengan tema The Upcycle Groove yang ingin menunjukkan bahwa bermain drum tidak harus selalu menggunakan perangkat mahal.
“Tujuannya memanfaatkan, mengenalkan sama orang. Ya, contohnya ada Marissa, ya, dia main drum pake panci pun bisa viral dan sekarang menjadi karier gitu. Jadi, ngedrum gak harus pakai drum juga,” kata Yoiqball.
Bagi Marissa, konsep Main Drum Bareng sejalan dengan misinya selama ini untuk memperkenalkan musik sebagai sesuatu yang bisa dinikmati siapa saja melalui kreativitas.
“Seneng bisa sharing drum gitu. Mengenalkan drum itu tuh keren aja. Gue setuju dengan tujuannya, setuju dengan formatnya,” kata Marissa.

Wadah Komunitas dan Siap Hadirkan Lebih Banyak Kolaborasi
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara ketika mengikuti berbagai sesi, mulai dari belajar beat drum bersama hingga challenge solo drum. Para peserta juga berkesempatan mendapatkan hadiah seperti stick drum dan in ear monitor.
Salah satu peserta, Maudy Putriliya mengaku Main Drum Bareng menjadi tempat yang tepat untuk menyalurkan hobinya bermain drum. Ia bahkan sudah mengikuti kegiatan tersebut sejak volume pertama hingga keenam.
“Vibes Main Drum Bareng itu seru bisa main drum rame-rame. Cocok banget sebagai wadah untuk menyalurkan hobi saya main drum,” katanya.
Selain menyalurkan hobi, Maudy mendapatkan banyak pengalaman baru dari setiap kegiatan yang diikuti. “Setiap event Main Drum Bareng lagu yang dimainkan berbeda jadi saya dapat ilmu belajar ketukan drum, tempo, sampai bertemu drummer idola,” katanya.
Ke depan, Main Drum Bareng ingin memperluas jangkauan ke berbagai kota, menghadirkan lebih banyak kolaborasi, dan terus membuat dunia drum semakin dekat dengan masyarakat.

“Setelah volume ke 6, ada volume ke 7 akan ada surprise guest juga kedepannya, jadi bakalan banyak mengajak drummer-drummer di Indonesia buat collab ke Main Drum Bareng,” kata Yoiqball.
Melalui konsep yang kreatif dan inklusif, Main Drum Bareng membuktikan bahwa musik bisa menjadi ruang pertemuan banyak orang. Tidak hanya soal kemampuan memainkan alat musik, tetapi juga tentang berbagi energi, mendengarkan dan menciptakan pengalaman bersama.

