JAKARTA – JF3 kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung regenerasi industri fashion Indonesia melalui program Future Fashion Designer (FFD) 2026. Program ini hadir sebagai ruang bagi desainer muda untuk mengasah kreativitas, kemampuan teknis, hingga kesiapan menghadapi tantangan industri fashion sesungguhnya.
Selama lebih dari dua dekade, JF3 terus berkembang tidak hanya sebagai panggung presentasi karya, tetapi juga sebagai ekosistem yang mendorong lahirnya talenta baru. Di tengah perkembangan industri fashion yang semakin dinamis, kreativitas perlu didukung kemampuan eksekusi, pemahaman proses produksi, serta kesiapan bekerja secara profesional.
Mengusung semangat tema JF3 2026, Recrafted: Shaping the Future, Future Fashion Designer menjadi langkah nyata untuk mempersiapkan generasi baru fashion Indonesia. Para peserta tidak hanya ditantang menjadi kreator, tetapi juga memahami proses kerja sebagai pelaku industri.
“FFD bukan sekadar kompetisi desain. Program ini kami rancang untuk menguji bagaimana sebuah ide dapat diwujudkan menjadi karya yang nyata. Untuk memajukan industri fashion Indonesia, kita membutuhkan desainer yang tidak hanya mampu menciptakan konsep, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengeksekusinya dengan baik. Kemampuan tersebut hanya dapat dibangun melalui pengalaman, tantangan dan proses yang nyata,” ujar Thresia Mareta, Advisor JF3 di Summarecon MKG, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Future Fashion Designer 2026 Uji Kreativitas lewat Tantangan Industri Nyata
Bekerja sama dengan Susan Budihardjo Fashion Forward Institute, Future Fashion Designer 2026 ditujukan bagi lulusan sekolah fashion dari berbagai daerah di Indonesia. Dari puluhan peserta yang mengikuti proses seleksi, delapan desainer muda terpilih untuk menjalani program intensif pada 12–26 Mei 2026.
Dalam waktu 14 hari, para peserta mendapat tantangan membuat lima koleksi berdasarkan lima brief berbeda. Mereka harus melewati proses layaknya seorang fashion designer profesional, mulai dari riset konsep, pemilihan material, penyusunan anggaran, pembuatan pola, produksi, styling, hingga presentasi karya.
Lima tantangan yang diberikan terdiri dari Prototype, The Curve, Re’Heritage, Multifunction, dan Opposite. Setiap tema dirancang untuk menguji eksplorasi identitas desain, interpretasi budaya, inovasi, kemampuan adaptasi, hingga penyelesaian masalah secara kreatif.
Lebih dari sebuah kompetisi, FFD menjadi simulasi dunia kerja yang mengajak peserta memahami bagaimana industri fashion berjalan. Penilaian tidak hanya melihat sisi kreativitas, tetapi juga kualitas produksi, konsistensi, kemampuan presentasi, dan cara peserta menjawab setiap tantangan.
Selama program berlangsung, peserta mendapatkan arahan dan masukan langsung dari 12 profesional lintas bidang fashion. Panel juri tersebut terdiri dari Thresia Mareta, Susan Budihardjo, Rinaldy A Yunardi, Hian Tjen, Caren Delano, Sofie, Yongki Komaladi, Sarie Febriane, Didi Budiardjo, Richard Hartono, Ary Juwono dan Djafar.
Dari delapan peserta, lima desainer berhasil masuk tahap final dan menampilkan koleksi akhir melalui trunk show. Mereka adalah Arron Bryan, Agatha Lievia, Azzahra Najmanisa, Nabila Karimah dan Tashannie Abigail Loekman.
Arron Bryan asal Papua Raih Gelar Future Fashion Designer 2026
Setelah melewati berbagai rangkaian tantangan dan proses penjurian, Arron Bryan berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya. Desainer muda asal Jayapura, Papua, itu akhirnya meraih gelar Future Fashion Designer 2026.
Karya Arron berangkat dari eksplorasi budaya Papua yang diterjemahkan dalam pendekatan kontemporer. Ia dinilai mampu menunjukkan konsistensi dalam menjawab setiap tantangan melalui keseimbangan antara kreativitas, kemampuan teknis, kualitas eksekusi, dan kesiapan produksi.
Sebagai pemenang, Arron mendapatkan hadiah sebesar Rp50 juta. Tidak hanya itu, seluruh finalis juga memperoleh kesempatan menampilkan karya mereka di runway JF3 Fashion Festival 2026 bersama para desainer Indonesia maupun internasional.

“Regenerasi talenta merupakan bagian penting dari masa depan industri fashion Indonesia. Melalui Future Fashion Designer, kami ingin menciptakan ruang bagi para desainer muda untuk menguji kemampuan mereka secara nyata, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi industri yang terus berkembang,” ujar Soegianto Nagaria, Chairman JF3 Fashion Festival.
Kehadiran Future Fashion Designer membuktikan bahwa Indonesia memiliki banyak talenta kreatif dengan potensi besar. Melalui akses, pembinaan, dan pengalaman langsung, para desainer muda diharapkan mampu mengubah ide menjadi karya yang memiliki daya saing di industri fashion.
Future Fashion Designer 2026 merupakan kolaborasi JF3 dan Susan Budihardjo Fashion Forward Institute dengan dukungan Summarecon, Indo Hose, Rinaldy A Yunardi, Yen’s Kreatif, dan Ideku Digital Printing. Perjalanan para peserta dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi JF3.

