StephjakselStephjaksel merilis single baru Memeluk Sekali Lagi. (Foto: Galih Pratama)

JAKARTA – Ada momen dalam hidup yang baru terasa begitu berarti setelah semuanya pergi. Dari ruang sunyi itulah Stephjaksel menghadirkan “Memeluk Sekali Lagi”, sebuah lagu tentang penyesalan, kehilangan dan keinginan sederhana untuk memeluk seseorang untuk terakhir kalinya.

Single kedua Stephjaksel ini lahir dari cerita tentang cinta yang telah berlalu tanpa perpisahan yang dramatis. Tidak ada tangisan keras ataupun pintu yang dibanting, hanya keheningan yang perlahan mengisi ruang yang sebelumnya dipenuhi kehangatan.

Di balik lagu ini berdiri Nur Satriatama atau Satrio Alexa sebagai penulis lagu sekaligus produser. Musisi yang dikenal melalui perjalanan musiknya bersama Alexa dan Maliq & D’Essentials tersebut mempercayakan kisah dan emosi dalam lagu ini kepada Stephjaksel untuk disampaikan dengan kejujuran yang mendalam.

“Ada pelukan yang tidak sempat terjadi. Lagu ini adalah pelukan itu,” kata Satrio kepada Celebdaily.id, Rabu (2/7/2026).

Satrio Alexa
Satrio Alexa sebagai penulis lagu sekaligus produser di single ini. (Foto: Galih Pratama)

Ketika Satu Pelukan Menjadi Segalanya

Ditulis dalam tempo 60 BPM yang diibaratkan sebagai detak jantung seseorang yang sedang menahan tangis, “Memeluk Sekali Lagi” memilih kesederhanaan sebagai kekuatan utamanya. Lagu ini hadir tanpa produksi musik yang berlebihan ataupun ornamen yang rumit.

“Memeluk Sekali Lagi” menghadirkan lirik yang jujur, melodi yang hangat dan ruang sunyi yang berbicara lebih banyak daripada suara itu sendiri. Pendekatan sederhana tersebut membuat pesan emosional lagu terasa lebih dekat dan relevan bagi pendengar.

Lirik pembuka “Baru kusadari, baru kusesali” langsung menjadi pengakuan yang terasa akrab bagi banyak orang. Kesadaran itu datang terlambat setelah waktu bersama orang yang dicintai tidak lagi bisa diulang.

Stephjaksel
Lagu ini tentang keinginan sederhana untuk memeluk seseorang untuk terakhir kalinya. (Foto: Galih Pratama)

Pada bagian chorus, Stephjaksel merangkum seluruh rasa rindu dalam satu kalimat sederhana namun menyakitkan, yakni “memeluk sekali lagi”. Kalimat tersebut menjadi inti dari seluruh emosi yang ingin disampaikan lagu ini.

Lagu ini bukan tentang keinginan untuk kembali seperti semula. Stephjaksel juga tidak berbicara tentang kesempatan kedua yang panjang, melainkan hanya satu pelukan untuk terakhir kalinya.

Bagian bridge menjadi titik paling rapuh dalam lagu ini melalui lirik, “Terimalah hati ini, beri kesempatan ku untuk kembali”. Lirik tersebut menggambarkan seseorang yang masih berani mengetuk pintu yang mungkin telah tertutup untuk selamanya.

Tidak ada tuntutan ataupun kesombongan dalam pengakuan tersebut. Kerentanan itulah yang justru menjadi kekuatan utama yang membuat lagu ini terasa begitu emosional.

Video Klip AI Hybrid dan Perjalanan Hidup yang Menginspirasi

Kekuatan emosi yang hadir dalam lagu tersebut juga diterjemahkan ke dalam bentuk visual. Stephjaksel memilih pendekatan yang tidak biasa melalui video klip berteknologi AI Hybrid.

“Memeluk Sekali Lagi” tidak hanya hadir sebagai sebuah lagu, tetapi juga sebagai pengalaman visual yang berbeda. Konsep AI Hybrid memadukan proses pengambilan gambar secara langsung dengan teknologi AI generatif.

Pendekatan tersebut memungkinkan terciptanya visual yang sebelumnya sulit diwujudkan melalui metode konvensional. Hasilnya adalah pengalaman menonton yang terasa lebih emosional dan imajinatif.

Di balik proyek tersebut terdapat Galih Pratama atau Calengklik yang bertindak sebagai AI Director. Sosok yang telah lebih dari 15 tahun berkarya di dunia motion design, VFX dan compositing itu menggabungkan footage nyata dengan teknologi AI seperti Kling AI, Midjourney dan Stable Diffusion.

Calengklik (Galih Pratama)
Calengklik sebagai AI Director di single Memeluk Sekali Lagi. (Foto: Galih Pratama)

Melalui perpaduan tersebut, video klip ini tidak hanya menghadirkan estetika visual, tetapi juga memperkuat emosi yang terkandung dalam lagu. Setiap detail dirancang agar selaras dengan cerita yang ingin disampaikan.

“Proyek ini bukan pekerjaan biasa. Ada sesuatu dalam lirik ‘Memeluk Sekali Lagi’ yang membuat saya ingin memastikan setiap frame terasa seperti ingatan, bukan rekaman,” kata Galih.

Bagi Stephjaksel, lagu ini juga memiliki makna yang jauh lebih personal dibanding sekadar karya musik. Musik menjadi ruang untuk bertahan sekaligus menyembuhkan diri.

Di tengah perjalanan kariernya, ia pernah mengalami kecelakaan dan didiagnosis mengidap tumor otak. Namun, dukungan dari produser dan tim produksi membuat langkahnya tidak berhenti.

Stephjaksel
Video klip lagu ini berteknologi AI Hybrid. (Foto: Galih Pratama)

Musik kemudian menjadi terapi yang membantunya melewati berbagai fase kehidupan, termasuk pengalaman kegagalan dalam pernikahan. Pengalaman tersebut turut membentuk kedalaman emosi dalam karya-karyanya.

Hingga kini, Stephjaksel telah merilis tiga single, yakni “Love Never Leaves”, “Memeluk Sekali Lagi”, dan “Kenal Hati”. Melalui karya-karya tersebut, ia menghadirkan cerita yang lahir dari pengalaman hidup yang jujur, personal dan dekat dengan banyak orang.

“Tujuan saya bermusik hanya satu, ingin didengar dan dipahami,” kata Stephjaksel.

Melalui “Memeluk Sekali Lagi”, Stephjaksel menghadirkan lagu dengan lirik yang jujur dan aransemen yang hangat untuk menemani mereka yang pernah merasakan kehilangan maupun penyesalan. Lagu ini juga menjadi pengingat bahwa terkadang yang paling kita rindukan bukan kesempatan kedua, melainkan satu pelukan yang tak sempat terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *