Aruma-Meiska-Prinsa MandagieYovie & Nuno hadirkan perspektif baru Kamu Bukan Kekasihku bersama Meiska, Prinsa Mandagie dan Aruma. (Foto: Sony Music)

JAKARTA — Setelah 25 tahun sejak pertama kali diperkenalkan, “Kamu Bukan Kekasihku” kembali hadir dengan warna yang berbeda. Kali ini, Yovie & Nuno menghidupkan kembali lagu tersebut bersama Meiska, Prinsa Mandagie dan Aruma melalui sudut pandang perempuan yang lebih segar dan relevan dengan generasi saat ini.

Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan aransemen baru, tetapi juga menawarkan cara pandang yang berbeda terhadap kisah yang selama ini begitu melekat di hati pendengar. Lagu yang dahulu dinyanyikan dari perspektif laki-laki kini hadir melalui suara dan pengalaman perempuan.

“Sebenarnya, versi baru dari ‘Kamu Bukan Kekasihku’ ini lahir karena rasa penasaran kami, seperti apa kalau lagu ini yang tadinya dinyanyikan oleh cowok, kali ini dibawakan ulang dari POV wanita. Cerita yang disampaikan pasti akan berbeda,” ujar Muchamad Ahadiyat atau Kang Diat, gitaris Yovie & Nuno dalam rilis yang diterima Celebdaily.id, Sabtu (4/7/2026).

Berawal dari Chemistry di Balik Panggung

Kolaborasi bersama Meiska, Prinsa Mandagie dan Aruma berawal dari rencana kerja sama yang berbeda-beda dengan masing-masing penyanyi. Namun, suasana yang terbangun saat persiapan konser 25 tahun Yovie & Nuno justru melahirkan ide untuk menyatukan ketiganya dalam satu lagu.

Chemistry yang muncul di antara mereka menjadi alasan utama proyek ini akhirnya diwujudkan. Yovie & Nuno pun memutuskan mengikuti intuisi untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dari biasanya.

“Awalnya, kami ingin bekerja sama dengan Meiske, Prinsa dan Aruma dalam proyek satuan. Tapi waktu persiapan konser 25 tahun Yovie & Nuno kemarin, ternyata ketiganya asyik juga saat disatukan. Kami pun putuskan mencoba, sekaligus mengikuti intuisi Mas Yovie,” kata sang vokalis, Adi Julian.

Bagi Yovie & Nuno, kekuatan utama proyek ini terletak pada interpretasi masing-masing penyanyi. Lagu yang sama diyakini dapat melahirkan emosi dan makna yang berbeda ketika dibawakan oleh karakter vokal yang berbeda pula.

Di balik hasil akhirnya, proses pembagian bagian vokal menjadi tantangan terbesar dalam proyek ini. Setiap penyanyi harus tetap memiliki ruang untuk menampilkan karakter khasnya tanpa menghilangkan kesatuan lagu.

“Tantangannya adalah pemilihan part dan pecah suaranya. Itu yang paling repot,” kata Kang Diat.

Membuka Jalan untuk Proyek Baru

Lebih jauh, kolaborasi ini juga membuka peluang lahirnya proyek-proyek serupa di masa mendatang. Yovie & Nuno bahkan telah membicarakan kemungkinan membangun identitas baru untuk konsep tersebut.

“Kita sempat membahas ingin membuat IP untuk proyek seperti ini dengan nama ‘JELITA’. Tapi, kita lihat saja perkembangannya seperti apa,” katanya.

Meski versi terbaru ini hampir pasti akan dibandingkan dengan lagu orisinalnya, Yovie & Nuno justru melihatnya sebagai sesuatu yang positif. Perbandingan tersebut diyakini dapat mempertemukan nostalgia generasi lama dengan pengalaman generasi baru.

“Semoga malah dengan orang membandingkan, timbul rasa penasaran. Ada yang bernostalgia dengan versi asli, tapi ada juga yang relate dengan versi barunya,” ucapnya.

Melalui remake ini, Yovie & Nuno berharap “Kamu Bukan Kekasihku” mampu menghadirkan perspektif baru tentang hubungan dan cinta di era sekarang. Perubahan zaman dan kehadiran media sosial dinilai turut memengaruhi cara generasi muda memaknai sebuah hubungan.

“Harapannya lagu ini punya POV baru, selain dari sudut pandang perempuan, juga mungkin secara generasi. Sekarang, situasinya sudah cukup jauh bergeser karena kemajuan zaman dan teknologi. Di era media sosial seperti saat ini, kita tentu ingin tahu, seperti apa hubungan yang patut diperjuangkan atau patut dikenang walau tidak bisa bersama,” kata mereka.

Single terbaru Yovie & Nuno bersama Meiska, Prinsa Mandagie dan Aruma yang merupakan remake dari hit mereka pada 2001, “Kamu Bukan Kekasihku”, kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital. Lagu ini sekaligus menjadi bukti bahwa karya yang baik selalu mampu menemukan cara baru untuk tetap hidup di setiap generasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *