JAKARTA – Penyanyi musik country Luke Bryan mengaku secara mental dirinya masih merasa seperti berusia 30 tahun, meski telah menginjak usia 50 tahun pada Juli lalu. Bagi Luke, bertambahnya usia tidak banyak memengaruhi cara dirinya memilih dan membuat musik.
Luke Bryan yang akan merilis album barunya bertajuk Signs pada September mendatang mengatakan kepada Billboard, bahwa dirinya tidak terlalu memikirkan usia dalam menjalani perjalanan karier musik.
“Saya tidak tahu apakah saya memikirkannya seperti itu. Secara mental, saya rasa saya masih berusia 30 tahun. Saya tidak selalu memikirkan segala sesuatu dalam konteks tersebut,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Minggu (30/8/2026).
Ia kembali mengatakan, “Tantangan terbesar saya sebagai seorang artis yang sudah melakukan ini selama hampir 20 tahun adalah berusaha agar karya saya tidak terlalu berulang, tetapi di sisi lain juga tidak terlalu jauh meninggalkan hal-hal yang selama ini menjadi kekuatan saya. Saya ingin sebuah lagu benar-benar menyentuh saya dan karena itu, saya pikir kemungkinan besar lagu tersebut juga akan menyentuh para penggemar saya.”
“Itulah pendekatan yang saya gunakan dalam setiap album. Intinya, saya tidak selalu merasa mendekati musik dengan pola pikir seorang berusia 50 tahun. Saya lebih memikirkan lagu mana yang paling terhubung dengan diri saya dan lagu mana yang saya yakini paling bisa terhubung dengan para penggemar,” katanya.
Luke Bryan Bicara Tantangan Berkarya Selama Hampir 20 Tahun
Bagi Luke, tantangan terbesar sebagai musisi yang telah berkarya hampir dua dekade adalah tetap menghadirkan sesuatu yang segar tanpa kehilangan ciri khas yang telah membawanya pada kesuksesan.
Ia menilai sebuah lagu harus lebih dulu mampu menyentuh dirinya sebelum kemudian dapat diterima dan dirasakan oleh para pendengarnya. Karena itu, usia bukan menjadi faktor utama dalam menentukan karya yang akan ia hadirkan.
Album Signs sendiri memuat sebuah lagu berjudul Killer, yang ditulis dari sudut pandang sebuah peluru di dalam senjata. Namun, Luke menegaskan bahwa lagu tersebut bukan dibuat untuk memulai kampanye yang mendukung maupun menentang penggunaan senjata.
Saat membahas lagu tersebut, Luke mengatakan, “Topiknya sangat dalam, lagunya sangat gelap—dan benar-benar salah satu lagu dengan penulisan terbaik yang pernah saya terlibat di dalamnya.”
Para penulis lagu ini, Davis Corley, Mark Addison Chandler dan Nate Kenyon, kata dia, benar-benar menciptakan sesuatu yang sangat unik dan istimewa. Mereka berani mengambil risiko.
“Jelas, setiap kali membicarakan senjata—terutama dalam musik, film, dan seni—itu adalah topik yang sensitif dan ada begitu banyak pandangan yang saling bertentangan. Lagu ini hanyalah sebuah cerita yang diceritakan dari sudut pandang sebuah senjata,” katanya.
Ia menambahkan, “Saya rasa bukan tugas saya untuk memulai kampanye yang mendukung atau menentang senjata. Namun ketika mendengar lagu seperti ini, saya merasa lagunya begitu bagus sehingga seseorang harus menyanyikannya dan saya berkata, ‘Saya akan menjadi orang yang menyanyikannya.’”

