TABANAN – Semangat gotong royong dan pelestarian tradisi Bali kembali terlihat dalam pelaksanaan Karya Pitra Yadnya atau Ngaben Bersama (Ngerit) di Desa Adat Peneng, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadir sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap kebersamaan masyarakat dalam menjaga adat, serta tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Karya Pitra Yadnya tersebut berlangsung di Setra Umum Desa Adat Peneng pada Senin (31/8/2026). Kehadiran Bupati Sanjaya menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap semangat masyarakat dalam melaksanakan upacara adat secara bersama-sama.
Dalam rangkaian karya yang digelar hari itu, masyarakat melaksanakan upacara Nunas Toya Ning dan Pengaskara Prelina. Bupati Sanjaya hadir bersama anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, para Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, jajaran Forkopimcam, Perbekel, Jero Bendesa Adat setempat, tokoh masyarakat, serta krama Desa Adat Peneng.
Puncak karya dijadwalkan berlangsung pada 1 September 2026. Karya Pitra Yadnya tersebut diikuti oleh 58 sawa yang diaben, empat sawa Ngelangkir, satu sawa Nyekah, serta dua sawa Ngelungah.
Selain rangkaian Pitra Yadnya, kegiatan ini juga dilengkapi dengan upacara Manusa Yadnya berupa Metatah yang diikuti sebanyak 61 orang. Pelaksanaan berbagai rangkaian upacara tersebut menjadi gambaran kuatnya kehidupan adat dan tradisi yang masih terus dijaga oleh masyarakat Bali.
Ngaben Bersama, Wujud Kebersamaan Masyarakat
Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi terhadap semangat gotong royong masyarakat Desa Adat Peneng yang bersama-sama membangun dan melaksanakan karya tersebut. Sebagian besar pembiayaan pelaksanaan upacara juga bersumber dari dana iuran masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan Ngaben Bersama menjadi bentuk kebersamaan yang tidak hanya memperkuat hubungan sosial masyarakat, tetapi juga dapat membantu meringankan beban warga tanpa mengurangi makna dan esensi dari upacara Pitra Yadnya.

Pelaksanaan upacara secara bersama-sama juga menunjukkan bagaimana nilai kebersamaan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat adat Bali. Tradisi yang sarat makna spiritual ini dijaga melalui partisipasi masyarakat yang saling mendukung dalam setiap proses pelaksanaan karya.
Bupati Sanjaya berharap, semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Desa Adat Peneng dapat terus dipertahankan. Nilai tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat dan tradisi di Kabupaten Tabanan.
Bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin mengenal kekayaan budaya Bali, tradisi seperti Karya Pitra Yadnya menjadi gambaran bagaimana nilai spiritual, adat, dan kehidupan sosial masih berjalan berdampingan. Lebih dari sekadar sebuah upacara, Ngaben Bersama juga menjadi ruang kebersamaan yang memperlihatkan kuatnya ikatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya Bali dari generasi ke generasi. Demikian rilis yang diterima Celebdaily.id, Selasa (1/9/2026).

