JAKARTA – Ada masa ketika seseorang baru menyadari arti sebuah kehadiran setelah orang yang dicintainya benar-benar pergi. Perasaan tentang kehilangan, penyesalan dan harapan untuk memperbaiki kesalahan itulah yang dihadirkan Dadali Band melalui single terbaru mereka, “Aku Bisa Gila”.
Lagu ini membawa pendengar masuk ke dalam kesunyian seseorang yang harus berhadapan dengan kesalahan masa lalu setelah kehilangan orang yang berarti. Bukan lagi tentang mencari siapa yang benar atau salah, “Aku Bisa Gila” menggambarkan keinginan untuk memperbaiki sesuatu yang terlanjur rusak sekaligus berharap masih ada kesempatan kedua.
“Lagu ini bercerita tentang penyesalan setelah kehilangan dan keinginan untuk mendapatkan kesempatan kedua. Dalam sunyi dan kesendirian, semua kesalahan yang pernah kita lakukan terasa nyata kembali,” ujar Dyrga, sang pencipta lagu dalam siaran pers yang diterima Celebdaily.id, Sabtu (19/9/2026).
Karakter pop romantic yang selama ini menjadi identitas Dadali tetap terasa kuat dalam “Aku Bisa Gila”. Sound yang dipilih terdengar akrab dan mudah diterima, menjadi fondasi bagi lirik yang menyampaikan perasaan secara jujur dan lugas.
Romantisme dalam lagu ini tidak dibuat terlalu manis, sementara nuansa nelangsa juga tidak dikemas secara berlebihan. Justru, pilihan sound yang ramah di telinga membuat lagu terasa ringan di permukaan, tetapi menyimpan beban emosi yang lebih dalam melalui liriknya.
Bangunan musik tersebut menjadi ruang bagi rasa rindu, penyesalan dan harapan untuk berjalan beriringan. Dadali seolah mengajak pendengar melihat kembali pengalaman ketika sebuah kehilangan membuat seseorang menyadari kesalahan yang sebelumnya mungkin dianggap sepele.
Bagi Dadali, tema kehilangan dan patah hati bukanlah sesuatu yang baru. Sejak mengawali kiprahnya di industri musik Tanah Air pada 2009, band ini dikenal melalui sejumlah lagu dengan karakter pop melankolis yang dekat dengan pengalaman emosional pendengarnya.
Salah satu pencapaian pada awal perjalanan karier mereka adalah penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Viewer Terbanyak Dan Tersingkat” pada Januari 2011. Penghargaan tersebut diraih melalui video musik “Disaat Aku Mencintaimu” yang diunggah ke kanal YouTube
.
Perjalanan Panjang Dadali dan Babak Baru Personel
Perjalanan Dadali juga tidak selalu berjalan mudah. Tahun 2021 menjadi salah satu periode paling berat dalam perjalanan bermusik mereka ketika band ini kehilangan dua personel sekaligus, yakni Yuda sebagai gitaris dan Rixx sebagai keyboardist yang meninggal dunia karena sakit.
Memasuki awal 2024, dua personel yang masih bertahan, Dyrga sebagai vokalis dan Ikrar sebagai gitaris, kemudian mengajak Boim sebagai gitaris dan Hendi sebagai bassist untuk bergabung. Keempatnya pun menjadi personel tetap Dadali dalam melanjutkan perjalanan musik band tersebut.
Lebih dari 15 tahun berkarya, Dadali telah melahirkan sejumlah single yang mendapat apresiasi dari pendengar di Indonesia maupun mancanegara. Beberapa di antaranya adalah “Disaat Sendiri” (2013), “Disaat Aku Tersakiti” (2014), “Cinta Yang Tersakiti” (2015), “Disaat Aku Pergi” (2016), dan “Disaat Patah Hati” (2018).

Kehadiran “Aku Bisa Gila” sekaligus menjadi penanda konsistensi Dadali dalam mempertahankan karakter musik yang telah melekat pada perjalanan mereka. Di tengah tren musik yang terus berubah, Dadali tetap memilih jalur pop melankolis dengan kekuatan utama pada lirik dan emosi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui single terbaru ini, Dadali optimistis dapat kembali menjangkau pendengar lama sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada generasi pendengar yang lebih luas. “Aku Bisa Gila” menjadi pengingat bahwa dalam sebuah kehilangan, terkadang penyesalan memang datang terlambat, tetapi keinginan untuk memperbaiki kesalahan selalu menyisakan harapan.
Yuk, ikuti terus update karya musisi Tanah Air hanya di Celebdaily.id.

