JAKARTA – Umay Shahab menghadirkan sisi berbeda dalam karya terbarunya melalui film Memburu Pemangsa, yang memadukan horror, crime dan action dalam satu cerita. Film produksi Sinemaku Pictures ini menjadi ruang bagi Umay untuk mengeksplorasi pendekatan sinematik yang lebih besar sekaligus mengangkat isu kekerasan terhadap anak.
Memburu Pemangsa akan tayang mulai 24 September 2026 di seluruh bioskop Indonesia. Sebelumnya, film ini telah menggelar Nonton Duluan di tujuh kota dan mendapat antusiasme tinggi dari penonton.
Bagi Umay Shahab yang bertindak sebagai produser sekaligus sutradara, Memburu Pemangsa bukan sekadar proyek film baru. Ia melihat film ini sebagai bagian dari perjalanan untuk terus berkembang sebagai manusia sekaligus pembuat film.
“Sebagai manusia dan pembuat film, tentunya saya ingin bertumbuh. Memburu Pemangsa adalah karya saya dalam bentuk yang baru, lewat sajian horror-crime-action yang akan memberikan pengalaman menonton penuh ketegangan dan warna yang berbeda dari karya-karya saya sebelumnya dan ini menjadi seperti spiritual journey bagi saya,” ucap produser sekaligus sutradara Umay Shahab saat sesi konferensi pers di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Senin (20/9/2026).

Mengangkat Isu yang Masih Penting Dibicarakan
Selain mengeksplorasi genre, Umay Shahab ingin membawa isu kekerasan terhadap anak ke dalam ruang diskusi yang lebih luas melalui film. Ia berharap cerita yang disajikan dapat membuat masyarakat semakin menyadari pentingnya persoalan tersebut.
“Film ini membawa isu yang penting, tentang kejahatan pada anak yang angkanya hingga saat ini juga masih sangat tinggi. Semoga film Memburu Pemangsa juga bisa memberi dampak pada isu yang sangat penting untuk terus kita bicarakan,” kata Umay Shahab.
Dalam film ini, Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya dan Yasamin Jasem menjadi empat jurnalis perempuan yang berada di garis depan dalam menginvestigasi kasus predator anak. Mereka harus menghadapi ancaman yang tidak hanya datang dari sisi supernatural, tetapi juga dari manusia yang terlibat dalam kejahatan tersebut.
Pendekatan tersebut membuat Memburu Pemangsa tidak hanya mengandalkan unsur horor. Investigasi, aksi dan persoalan kemanusiaan menjadi bagian yang saling berkelindan dalam perjalanan para karakter.

Bagi Laura Basuki, perpaduan tiga genre tersebut memberikan pengalaman baru dalam kariernya. Ia juga melihat isu yang dibawa film menjadi alasan penting untuk terlibat dalam proyek tersebut.
“Semua cinematic experience akan kalian rasakan di film ini, saat horror-crime-action menyatu, dan ini pengalaman yang baru bagiku. Semoga film ini juga bisa memberikan ruang diskusi untuk orang-orang, agar semakin menyadarkan mereka harus meminta bantuan ke mana ketika hal-hal serupa terjadi pada mereka,” kata Laura Basuki.
Memburu Pemangsa menjadi film terbaru Sinemaku Pictures, rumah produksi yang didirikan pada 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina. Sebelumnya, Sinemaku Pictures telah memproduksi sejumlah film, antara lain Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (2024), serta Perayaan Mati Rasa (2025). Film Memburu Pemangsa dapat disaksikan di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.

