Sylvester StalloneSylvester Stallone prediksi AI kuasai manusia, khawatir teknologi bikin hidup makin sepi. (Foto: Female First)

JAKARTA – Sylvester Stallone meyakini manusia suatu saat bisa “sepenuhnya dikuasai” oleh kecerdasan buatan atau AI. Aktor Rocky itu mengkhawatirkan generasi mendatang yang semakin bergantung pada teknologi dan kecerdasan buatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Ketika ditanya apakah ia memprediksi dunia distopia di mana manusia akan berada di bawah kendali AI, Stallone menjawab tegas. Ia menilai kemudahan yang ditawarkan teknologi justru dapat membuat manusia semakin bergantung dan kehilangan kemampuan untuk melakukan banyak hal secara mandiri.

“Ya, kita akan sepenuhnya dikuasai. Karena ketika segala sesuatu dibuat terlalu mudah, manusia menjadi lemah,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Senin (21/9/2026).

Ia mengatakan, “Sekarang sudah ada taksi yang bisa mengemudi sendiri. Tidak lama lagi mungkin trotoar juga akan bergerak dan tubuh manusia akan mulai kehilangan kekuatannya. Saya serius. Seperti, tidak lama lagi kita mungkin tidak akan punya kaki. Kita hanya akan dibawa berkeliling oleh mesin.”

Stallone Khawatir AI Membuat Manusia Semakin Kesepian

Bintang berusia 80 tahun itu, yang memiliki dua putra, mendiang Sage dan Seargeoh, dari istri pertamanya Sasha Czack serta tiga putri dari istri ketiganya saat ini, Jennifer Flavin, membayangkan masa depan ketika manusia justru semakin kesepian karena mengandalkan “hubungan cinta mekanis” untuk mendapatkan koneksi.

Menurut Stallone, kesepian merupakan salah satu persoalan terbesar yang dapat dihadapi manusia. Ia menilai kondisi tersebut dapat membuat seseorang menutup diri dari banyak hal dalam kehidupan.

“[Kesepian] adalah penyakit yang paling buruk. Karena kesepian menutup semuanya. Setiap pria harus melakukan sesuatu untuk membuktikan maskulinitasnya. Dulu, hal itu bisa dilakukan melalui olahraga, tetapi karena teknologi, mereka justru sendirian di ruang bawah tanah sambil bermain gim. Dan keadaan ini akan menjadi 10.000 kali lebih buruk dengan adanya AI. Kamu tahu itu,” katanya.

Ia kembali mengatakan, “Mereka akan menciptakan pasangan fantasi. Kamu akan memiliki hubungan cinta dengan mesin. Ini akan membawa kita ke tempat yang bahkan tidak berani kita bayangkan. Ketika masih muda, kita dipaksa membaca 1984. Sekarang kamu tidak perlu membacanya lagi, karena hal itu benar-benar terjadi.”

“Sebenarnya, apa yang akan ditulis George Orwell hari ini? Ya Tuhan, saya bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan dia prediksi,” ujarnya.

Bintang Tulsa King tersebut juga melihat perubahan dunia kerja sebagai salah satu faktor yang membuat kehidupan pria saat ini menjadi lebih sulit. Menurutnya, pekerjaan bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga dapat memberikan rasa memiliki dan kebersamaan.

Perubahan Dunia Kerja Bikin Pria Makin Terisolasi

Stallone menilai pria pada masa lalu lebih mudah menemukan lingkungan yang membuat mereka merasa menjadi bagian dari sebuah kelompok. Ia memberikan contoh pekerja pabrik baja yang bekerja bersama banyak pria dan memiliki ikatan melalui pekerjaan mereka.

“Pria didefinisikan oleh pekerjaan mereka. Dan dulu masih ada pekerjaan yang hampir seperti masuk tentara. Kalau kamu seorang pekerja pabrik baja, kamu berada di antara pria-pria lain, berkeringat bersama, membangun ikatan dan minum bir bersama. Itu bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga rasa menjadi bagian dari sebuah tim,” katanya.

“Kemudian ketika perusahaan-perusahaan datang dan menutup semuanya, mereka terpaksa melakukan pekerjaan seperti mengemudikan truk. Di mana timnya? Sekarang kamu sendirian,” ucapnya.

Melalui pandangannya tersebut, Stallone menyoroti kekhawatiran bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat tidak selalu membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Ia justru melihat adanya risiko manusia semakin kehilangan interaksi langsung, kemandirian, serta rasa kebersamaan apabila terlalu bergantung pada teknologi dan AI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *