JAKARTA – Upaya menjadi orangtua yang “sempurna” ternyata dapat membuat ayah dan ibu semakin cemas serta terlalu melindungi anak, terutama ketika mereka mulai beranjak remaja. Penelitian terbaru menunjukkan, tekanan dari media sosial dan kekhawatiran terhadap berbagai persoalan dunia dapat mendorong orangtua menjadi lebih mengontrol dalam melindungi anak.
Peneliti dari Griffith University melakukan survei terhadap 909 orangtua di Australia yang memiliki anak berusia 16 hingga 19 tahun. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong munculnya pola asuh terlalu protektif atau overprotective parenting.
Perilaku tersebut dapat berupa membatasi kesempatan remaja untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah sendiri, terlalu terlibat dalam pilihan yang mereka buat, hingga mengganggu ruang privasi dan kemandirian yang sebenarnya sudah sesuai untuk usia mereka.
Penulis utama penelitian, Dr Kathy Ryan, mengatakan orangtua yang melihat dunia semakin tidak stabil atau penuh ancaman dapat menjadi lebih protektif terhadap anak-anak mereka.
Kekhawatiran Dunia Bisa Membuat Orangtua Semakin Cemas
Menurut Dr Ryan, berbagai persoalan seperti ketidakpastian ekonomi, sulitnya memiliki rumah, perubahan iklim, hingga ketidakstabilan global dapat memengaruhi cara orangtua berinteraksi dengan anak.
“Kekhawatiran mengenai ketidakpastian ekonomi, keterjangkauan perumahan, perubahan iklim, dan ketidakstabilan global yang lebih luas tampaknya memengaruhi cara orang tua berinteraksi dengan anak-anak mereka. Faktor-faktor ini dapat meningkatkan kecemasan orangtua,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Jumat (25/9/2026).
Ia kembali menambahkan, “Ketika orangtua mengalami kecemasan yang meningkat, mereka mungkin mencoba mengelola risiko dengan menjadi lebih terlibat dalam keputusan dan aktivitas anak-anak mereka,” katanya kepada Mirage News.
Tekanan tersebut juga dapat semakin kuat karena media sosial memberikan kesempatan tanpa batas kepada orangtua untuk membandingkan diri mereka, termasuk membandingkan anak mereka dengan keluarga lain.
Profesor Melanie Zimmer-Gembeck, yang menjadi salah satu penulis penelitian mengatakan, media sosial dan lingkungan sosial dapat membuat orangtua merasa ada cara tertentu yang dianggap paling benar dalam mengasuh anak.
“Mereka merasa ada cara yang benar atau terbaik dalam mengasuh anak dan informasi ini datang dari masyarakat melalui media sosial dan orangtua lainnya,” ujarnya.
Perbandingan tersebut pada akhirnya dapat membuat orangtua merasa harus memenuhi standar tertentu dalam menjalankan perannya. Mereka juga dapat merasa perlu memastikan anak-anak mereka berkembang dan berhasil sesuai dengan ekspektasi yang ada di lingkungan sekitar.
Tekanan Menjadi “Orang Tua Sempurna” Bisa Berujung Overprotektif
Penelitian tersebut menemukan bahwa berbagai tekanan memang memengaruhi ibu, tetapi faktor tersebut ternyata sangat penting dalam memahami kecemasan dan perilaku terlalu protektif pada ayah.
Profesor Zimmer-Gembeck mengatakan, orangtua yang memiliki anak remaja pun tetap dapat merasakan tekanan dan penilaian dari masyarakat untuk menjadi orangtua yang “sempurna” sekaligus memastikan anak mereka berhasil.
“Temuan kami menunjukkan bahwa bahkan orangtua dari anak remaja pun merasakan tekanan dan penilaian dari masyarakat untuk menjadi orangtua yang ‘sempurna’ dan membuat anak mereka berhasil. Namun, tekanan ini pada akhirnya dapat membuat sebagian orangtua menjadi lebih cemas dan terlalu protektif,” ucapnya.
Para peneliti mengatakan, diperlukan pesan yang lebih realistis mengenai cara membesarkan anak remaja. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu orangtua merasa lebih percaya diri untuk memberikan kemandirian yang dibutuhkan anak ketika mereka mulai mempersiapkan diri menuju masa dewasa.
Dengan demikian, menjadi orangtua tidak selalu berarti harus mengendalikan setiap keputusan anak untuk memastikan mereka aman dan berhasil. Memberikan ruang bagi remaja untuk mengambil keputusan, memecahkan masalah dan membangun kemandirian juga menjadi bagian dari proses mereka menuju kedewasaan.

