JAKARTA – Sylvester Stallone mengungkapkan perjuangannya melawan bulimia dan penggunaan steroid ketika terobsesi membentuk tubuh ideal di awal kariernya. Bintang Rocky itu mengaku pernah mencapai kadar lemak tubuh hanya 2,6 persen saat membintangi Rocky III pada 1982, hingga kondisi tersebut berdampak besar pada tubuhnya.
Stallone mengatakan dirinya dulu ingin memiliki bentuk tubuh yang “sangat lentur dan atletis”. Ia tidak ingin bertubuh besar seperti Arnold Schwarzenegger, tetapi justru menginginkan fisik yang menurutnya lebih liar, agresif, lentur dan atletis.
Ia kemudian mengaku obsesinya terhadap bentuk tubuh semakin tidak terkendali. Stallone bahkan sampai mengalami bulimia karena berusaha mempertahankan tubuhnya tetap sangat ramping.
“Saya mulai berpikir, bentuk tubuh Anda seperti jaguar, seperti kucing. Tidak besar seperti Arnold [Schwarzenegger], tetapi lebih liar dan agresif serta sangat lentur dan atletis. “Itu menjadi sebuah obsesi. Benar-benar buruk. Sampai pada titik saya mengalami bulimia. Saya mencapai kadar lemak tubuh 2,6 persen ketika sedang mengerjakan Rocky III pada 1982,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Senin (28/9/2026).
“Saya tidak bisa menahan makanan apa pun. Atau saya tidak ingin mempertahankannya karena saya menjadi begitu terobsesi untuk tetap berada pada tingkat kebugaran tersebut, benar-benar seperti menyembah tubuh secara obsesif,” kata Stallone kepada surat kabar The New York Times.
Sylvester Stallone Akui Gunakan Steroid
Aktor berusia 80 tahun itu juga mengakui pernah menggunakan steroid dengan cara yang menurutnya “sensitif”. Stallone bahkan berpendapat bahwa seseorang tidak mungkin mencapai target kebugaran tertentu tanpa menggunakan zat tambahan dan obat-obatan.
“Saya tidak peduli apa yang mereka katakan. Ini bukan berarti Anda seorang pecandu, tetapi jika Anda ingin berolahraga dan berusaha tetap bugar selama enam bulan berturut-turut, sementara Anda hanya makan yoghurt dan puding, itu tidak akan terjadi,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah dirinya pernah menggunakan steroid, Stallone menjawab secara terbuka. “Oh, Tuhan, tentu saja Anda harus menggunakannya. Tetapi Anda melakukannya dengan cara yang sensitif—enam minggu menggunakan, enam minggu berhenti. Orang-orang berkata, ‘Anda tidak bisa mendapatkan tubuh seperti itu secara alami.’ Tidak, memang tidak bisa,” katanya.
Stallone mengakui penggunaan hormon sintetis tersebut “berdampak sangat buruk” terhadap tubuhnya. Namun, selama puluhan tahun, ia juga terus dihantui tekanan untuk memiliki penampilan fisik tertentu.
Ia mengatakan baru merasa sedikit terbebaskan ketika membintangi Cop Land pada 1997. Dalam film tersebut, ia harus memerankan karakter yang menjadi sosok paling lemah di ruangan, mengalami gangguan pendengaran sebagian dan memiliki tubuh yang kelebihan berat badan.
“Baru ketika saya mengerjakan Cop Land pada 1997, ketika saya harus memerankan orang yang paling lemah di ruangan – sebagian tuli dan kelebihan berat badan – saya merasa agak terbebaskan. Setelah itu semuanya berjalan ke arah yang berbeda dan saya seperti kehilangan tempat di Hollywood,” ujarnya.
Bintang The Expendables itu mengakui dirinya telah “menyalahgunakan” tubuh selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani sembilan operasi punggung, dua operasi bahu dan tiga kali operasi penyatuan tulang leher untuk memperbaiki kerusakan yang dialaminya.
“Segalanya ditopang dengan kawat seadanya, tetapi saya masih ingin tetap dalam kondisi yang baik. Semua itu harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Kalau saya bisa mengulanginya lagi, saya akan berkata, ‘Biarkan orang lain yang membawa beban itu dan jangan lakukan aksi berbahaya Anda sendiri.’ Saya tidak tahu apa yang membuat saya terus-menerus ingin menyakiti diri sendiri,” ucap Stallone.

