Gloria Jessica dan Ade Govinda rilis album Blue., penantian 8 tahun terbayar. (Foto: MyMusic Records)

JAKARTA – Album “Blue.” tidak hanya membawa Gloria Jessica dan Ade Govinda menjelajahi beragam cerita patah hati, tetapi juga membuka ruang untuk mengeksplorasi tema yang jarang diangkat dalam lagu. Dari 11 karya di album tersebut, Ade memilih “Dominasi” sebagai salah satu lagu favoritnya.

“Dominasi” bercerita tentang seseorang yang terlalu lama memendam perasaan karena pasangannya mengendalikan kehidupan mereka. Setelah terus menahan, mengalah dan bertahan, ia akhirnya memilih bersuara karena menyadari cinta seharusnya dijalani bersama, bukan dikuasai oleh satu pihak.

Cerita tersebut merupakan kisah fiktif yang terinspirasi dari sebuah kejadian yang pernah didengar Ade. “Dominasi” kemudian dihadirkan dalam dua versi, yakni versi utama serta Acoustic Version dengan nuansa lebih sederhana dan intim.

Dari Pengkhianatan hingga Belajar Mengikhlaskan

Setiap lagu dalam “Blue.” membawa persoalan cinta dari perspektif berbeda. “Terbelah Jadi Dua” berbicara tentang pengkhianatan, sementara “Baik-Baik” mengangkat perpisahan tanpa dendam dan keberanian untuk melepaskan seseorang dengan cara yang baik.

“Jika Bertemu Lebih Cepat” menggambarkan pertemuan dengan seseorang yang terasa tepat tetapi terjadi pada waktu yang salah. Sementara “Kepastian” berbicara tentang seseorang yang bersedia menunggu, tetapi menyadari bahwa penantian juga memiliki batas.

Ade Govinda
Gloria Jessica dan Ade Govinda rilis album Blue., penantian 8 tahun terbayar. (Foto: MyMusic Records)

Ada pula “Tanpa Batas Waktu” yang membawa kisah cinta yang tetap setia meski dipisahkan jarak dan waktu. Sedangkan “Lebih Hati-Hati” melihat kegagalan dan perpisahan sebagai pengalaman yang dapat mengajarkan seseorang untuk mencintai dengan lebih bijak.

“Blue.” Ditutup Lagu Instrumental Hampir 8 Menit

Eksplorasi yang berbeda muncul pada lagu terakhir, “Blue. (feat. Mads Wegner)”. Ade berkolaborasi dengan Mads Wegner, gitaris Mew yang merupakan salah satu band favoritnya, sementara mantan vokalis Mew, Jonas Bjerre, ikut terlibat sebagai recording engineer.

Berbeda dari 10 lagu sebelumnya, “Blue.” hadir tanpa lirik dengan durasi hampir delapan menit. Gitar, drum dan bass mengambil alih cerita dan membawa emosi lagu bergerak secara bertahap dari titik nol hingga seratus.

Setelah 10 cerita tentang menunggu, kehilangan, rasa sakit dan belajar melepaskan, lagu instrumental tersebut menjadi ruang bagi emosi yang tidak sempat disampaikan melalui kata-kata. Pendengar diberikan kesempatan untuk memaknai rasa “Blue.” dengan caranya sendiri.

Bagi Ade, keseluruhan album tersebut pada akhirnya memiliki satu tujuan sederhana. “Jadikan album ini sebagai peneman patah hatimu,” ucap Ade Govinda ditemui Celebdaily.id saat peluncuran album “Blue.” di FX Sudirman, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Sementara Gloria berharap setiap pendengar tetap menemukan harapan setelah melewati berbagai cerita kehilangan dalam album tersebut. “Semua orang layak mencintai dan dicintai sepenuhnya. Semua orang layak bahagia seutuhnya,” kata Gloria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *