Membersihkan wajahKulit sensitif membutuhkan perawatan yang lebih hati-hati. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Kulit sensitif membutuhkan perawatan yang lebih hati-hati karena lebih mudah mengalami kemerahan dan iritasi. Dokter kulit menyarankan rutinitas yang sederhana, pemilihan produk yang tepat, serta perhatian terhadap kondisi skin barrier untuk membantu menjaga kulit tetap sehat.

Dr Siddhartha Saikia, dokter spesialis kulit di Saikia Skin Care, Gandhinagar, membagikan sejumlah tips untuk menenangkan kulit sensitif sekaligus memperkuat lapisan pelindung kulit. Mulai dari menyederhanakan rutinitas hingga memperkenalkan bahan aktif secara perlahan, setiap langkah perlu disesuaikan dengan toleransi kulit.

“Para dokter kulit selama ini menekankan bahwa kulit sensitif bukanlah tren atau label yang bisa diberikan seseorang kepada dirinya sendiri secara sembarangan. Ini merupakan kondisi atau pola perilaku kulit yang nyata dan membutuhkan kesabaran, pemilihan produk yang tepat, serta kebiasaan hidup yang baik. Kabar baiknya, kulit sensitif dapat ditenangkan dan diperkuat dengan pendekatan yang terukur dan berdasarkan ilmu pengetahuan, dengan memberikan perhatian utama pada lapisan pelindung kulit,” kata Dr Saikia, dikutip Celebdaily.id dari Hindustan Times, Senin (5/10/2026).

Rutinitas Skincare untuk Kulit Sensitif

Dr Saikia membagikan panduan sederhana yang dapat diterapkan untuk merawat kulit sensitif.

1. Sederhanakan rutinitas skincare

  • Buat rutinitas perawatan kulit tetap sederhana karena penggunaan beberapa serum, bahan aktif atau produk berpewangi secara berlapis dapat memperparah iritasi.
  • Pilih pembersih wajah yang lembut dan menghasilkan sedikit busa. Produk tersebut dapat membersihkan kotoran sekaligus mempertahankan minyak alami kulit.
  • Hindari pembersih yang terlalu keras, eksfoliasi dengan bahan bertekstur kasar, serta pewangi yang kuat karena dapat mengganggu skin barrier.
  • Setelah membersihkan wajah, gunakan pelembap yang mengandung bahan seperti ceramide, glycerin, squalene atau hyaluronic acid untuk membantu menjaga kelembapan dan lapisan pelindung kulit.

2. Perkenalkan bahan aktif secara bertahap

Kulit sensitif bukan berarti harus menghindari semua bahan aktif. Bahan aktif dengan konsentrasi yang sesuai tetap dapat digunakan, tetapi sebaiknya diperkenalkan secara perlahan.

Gunakan satu bahan aktif baru dalam satu waktu dan perhatikan respons kulit sebelum menambahkan bahan aktif lainnya. Kandungan seperti vitamin C, niacinamide dan bahan eksfoliasi yang lembut mungkin dapat digunakan, tergantung pada toleransi masing-masing kulit.

Untuk retinoid, mulailah dengan konsentrasi rendah dan kombinasikan dengan pelembap untuk membantu mengurangi risiko iritasi. Teknik tersebut dikenal sebagai buffering.

Jangan terburu-buru dalam menambahkan bahan aktif ke rutinitas skincare. Penggunaan bahan aktif terlalu cepat dapat menyebabkan kulit mengelupas dan mengalami iritasi.

3. Lindungi kulit setiap hari

Gunakan tabir surya secara rutin untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV, penuaan dini dan pigmentasi. Untuk kulit yang mudah mengalami iritasi, tabir surya mineral yang mengandung zinc oxide dapat menjadi salah satu pilihan.

Perhatikan juga berbagai faktor yang berpotensi memicu iritasi, termasuk stres, kurang tidur, polusi dan suhu yang ekstrem. Pilih pakaian berbahan lembut, hindari mandi dengan air terlalu panas, serta batasi penggunaan alat wajah yang digunakan secara agresif untuk meminimalkan iritasi.

Kapan Kulit Sensitif Perlu Diperiksakan?

Menurut Dr Saikia, ada sejumlah kondisi yang menjadi tanda bahwa seseorang sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit. Kemerahan yang terus-menerus, jerawat atau breakout yang semakin parah, serta flare-up yang muncul tanpa penyebab yang jelas perlu mendapatkan perhatian.

“Jika kemerahan menjadi terus-menerus, breakout semakin parah atau flare-up terjadi tanpa alasan yang jelas, sebaiknya segera mencari bantuan profesional. Terkadang, kondisi yang terlihat di permukaan seperti eksim, rosacea atau alergi dapat tersembunyi di balik reaksi kulit yang dianggap biasa,” katanya.

Ia kembali menambahkan, “Mendapatkan diagnosis yang tepat dapat menghemat waktu berbulan-bulan akibat mencoba berbagai produk tanpa kepastian dan membantu Anda membangun rutinitas yang sesuai dengan kulit, bukan justru melawannya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *