Sikat GigiJarang ganti sikat gigi bisa picu diabetes dan penyakit jantung. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Apakah kamu termasuk orang yang sering lupa mengganti sikat gigi? Atau bahkan pernah meminjam sikat gigi teman saat menginap? Hati-hati, kebiasaan sepele ini ternyata bisa membuka jalan bagi berbagai penyakit serius — bukan hanya masalah mulut seperti gigi berlubang atau gusi bengkak, tetapi juga penyakit berbahaya seperti jantung dan diabetes.

Letnan Jenderal (Purn.) Dr. Vimal Arora, Chief Clinical Officer di Clove Dental menjelaskan bahwa sikat gigi adalah garis pertahanan pertama tubuh terhadap berbagai penyakit dan infeksi.

“Ketika seseorang menyikat gigi, sebenarnya mereka sedang memutus rantai biologis dari kuman yang dapat berpindah diam-diam dari mulut ke jantung, bahkan memengaruhi cara tubuh mengatur gula darah,” kata Dr. Arora, dilansir Hindustan Times, Minggu (2/11/2025). Dengan kata lain, menyikat gigi bukan hanya menjaga napas tetap segar, tapi juga melindungi organ vital tubuh.

Mulut manusia sendiri mengandung sekitar 700 jenis bakteri. Jika malas menyikat gigi, bakteri-bakteri ini akan berkembang biak, menempel di garis gusi, membentuk plak lengket dan memicu peradangan.

“Begitu bakteri dan molekul peradangan masuk ke aliran darah, mereka bisa mencapai jantung, hati, bahkan pankreas dan menyebabkan peradangan ringan di seluruh tubuh,” ucapnya.

Hubungan dengan Diabetes

Menurut Dr. Arora, kesehatan gigi dan diabetes memiliki hubungan dua arah. “Kadar gula darah yang tinggi dapat melemahkan sistem imun, membuat infeksi gusi lebih mudah terjadi. Sebaliknya, racun yang dilepaskan dari gusi yang terinfeksi bisa mengganggu kerja insulin dalam mengatur gula darah, sehingga kadar gula meningkat,” katanya.

Keduanya saling memengaruhi. Kebersihan mulut yang buruk membuat gula darah sulit dikendalikan, sementara diabetes yang tidak terkontrol memperlemah gusi dan meningkatkan risiko infeksi. Karena itu, menjaga kebersihan mulut menjadi langkah penting untuk menghindari lingkaran berbahaya ini.

“Ini adalah siklus jahat yang sebenarnya bisa diputus hanya dengan menjaga gigi dan gusi tetap bersih,” ujar Dr. Arora.

Risiko Penyakit Jantung

Dr. Arora menambahkan, “Peradangan gusi kronis bukan hanya menyebabkan gusi berdarah, tetapi juga bisa membuat arteri mengeras dan menyempit — kondisi yang disebut aterosklerosis.” Artinya, peradangan yang terjadi di gusi juga menekan kerja jantung.

Ia mengungkapkan bahwa orang dengan penyakit gusi yang tidak diobati memiliki risiko hampir dua kali lipat lebih tinggi terkena penyakit jantung dibanding mereka yang gusinya sehat. Peradangan jangka panjang akibat infeksi mulut dapat melemahkan pertahanan alami jantung dan meningkatkan kemungkinan terkena penyakit kardiovaskular.

Kapan Harus Ganti Sikat Gigi?

Dr. Arora menegaskan, sikat gigi sebaiknya diganti setiap tiga bulan sekali. Sikat gigi lama dapat menjadi sarang kuman dan membuat pembersihan mulut tidak efektif karena bulunya sudah aus dan tidak mampu menjangkau sela-sela gigi. Akibatnya, bakteri bisa berkembang lebih cepat.

Selain itu, ia menyarankan untuk menghindari rokok dan membatasi konsumsi makanan manis, karena keduanya dapat merusak gigi dan gusi. Menjaga kebersihan mulut bukan hanya soal penampilan, tetapi langkah penting untuk melindungi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *