Pola Asuh AnakCara ibu dan ayah mendidik bisa tentukan percaya diri anak. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa cara orangtua mendidik anak ternyata bisa memengaruhi tingkat kecemasan sosial pada masa remaja. Kehangatan dan kasih sayang dari orangtua dapat membantu anak merasa lebih percaya diri dan nyaman bersosialisasi.

Sebaliknya, sikap orangtua yang dingin, terlalu mengekang, atau sering membuat anak merasa bersalah justru dapat meningkatkan risiko kecemasan sosial.

Riset yang dipublikasikan dalam Adolescent Research Review ini menemukan bahwa perilaku ibu yang terlalu mengontrol memiliki dampak paling kuat terhadap kecemasan sosial remaja. Hal ini diduga karena ibu umumnya memiliki porsi lebih besar dalam pengasuhan sehari-hari.

Cullin Howard, penulis utama sekaligus kandidat doktor di College of Family and Consumer Sciences, University of Georgia menjelaskan, “Ibu dan ayah sama-sama memberikan kontribusi yang cukup seimbang terhadap gejala kecemasan sosial anak. Keduanya berperan penting—ibu berpengaruh, begitu pula ayah.”

Penelitian ini merupakan meta-analysis dari berbagai studi sebelumnya yang melibatkan ibu dan ayah dari beragam budaya dan kelompok usia. Hasilnya menunjukkan bahwa kasih sayang, kehangatan, dan penerimaan dari orangtua dapat membantu mengurangi gejala kecemasan sosial pada remaja. Sebaliknya, sikap dingin, penolakan, dan manipulasi emosional seperti membuat anak merasa bersalah justru memperburuk kecemasan.

Kecemasan sosial umumnya mencapai puncaknya pada masa remaja dan dapat berkisar dari rasa malu ringan hingga gangguan kecemasan berat yang memengaruhi kepercayaan diri dan kesejahteraan emosional. Studi ini juga memperingatkan bahwa pola asuh yang terlalu mengontrol—termasuk ekspektasi yang tidak realistis, rasa bersalah, dan perlindungan berlebihan—dapat memperburuk kondisi tersebut.

“Mungkin karena ibu lebih banyak terlibat dalam pengasuhan, perilaku mengontrol dari mereka menjadi lebih terasa bagi anak. Sebenarnya, ada tingkat kontrol yang wajar untuk memberikan batasan sekaligus mendukung kemandirian anak. Namun, kontrol berlebihan justru menghambat kemampuan anak untuk belajar mengatur diri dan beradaptasi di lingkungan sosial tanpa rasa cemas,” ucap Howard, seperti dilansir Female First, Kamis (6/11/2025).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *