Pola Makan yang BurukPola makan anak yang buruk bisa perburuk gejala ADHD. (Foto: Feepik)

JAKARTA – Seorang ahli mengingatkan bahwa gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) mungkin lebih erat kaitannya dengan pola makan secara keseluruhan yang buruk daripada dengan zat aditif dalam makanan. Selama ini, bahan tambahan pangan sering dianggap sebagai penyebab utama ADHD, namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa makanan ultra-proses bisa menjadi faktor yang lebih berpengaruh.

Diperkirakan sekitar 2,6 juta orang di Inggris hidup dengan ADHD, yang memengaruhi sekitar 5 persen anak-anak dan 2,5 persen orang dewasa di seluruh dunia. Meski penyebab pasti ADHD belum diketahui, para ahli meyakini bahwa faktor genetik dan lingkungan berperan besar dalam kemunculannya.

Profesor Emeritus David Benton dari Swansea University menjelaskan bahwa konsumsi tinggi zat aditif biasanya berkaitan dengan pola makan tinggi gula dan lemak, namun rendah serat, protein, vitamin dan mineral.

“Jadi, mengapa kita menganggap aditif sebagai penyebabnya, bukan keseluruhan pola makan yang tidak sehat?” tulisnya dalam artikel di The Conversation, dilansir dari Female First, Kamis (6/11/2025).

Makanan favorit anak-anak seperti keripik, biskuit, minuman bersoda dan nugget ayam termasuk dalam kategori makanan ultra-proses. Jenis makanan ini umumnya tinggi aditif, gula, dan lemak, tetapi miskin gizi penting yang dibutuhkan tubuh.

Profesor Benton juga menambahkan bahwa ADHD bisa menjadi cerminan kondisi sosial ekonomi. Keluarga dengan keterbatasan finansial cenderung mengonsumsi makanan ultra-proses yang lebih murah namun rendah nutrisi.

“ADHD, dalam beberapa kasus, mungkin menjadi indikasi kemiskinan dan pola makan yang buruk karena kebutuhan ekonomi,” ujarnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak hanya makanan olahan yang dapat memengaruhi perilaku anak. Beberapa makanan yang dianggap sehat seperti susu sapi, telur, dan apel pun dapat menimbulkan perubahan perilaku pada sebagian anak.

Bagi para orangtua yang khawatir akan pengaruh makanan terhadap perilaku anak, Benton menyarankan untuk membuat catatan makanan (food diary) agar pola hubungan antara makanan dan perilaku lebih mudah dipantau. Ia menekankan bahwa jika ingin mencoba diet eliminasi, orangtua perlu melakukannya dengan hati-hati dan di bawah pengawasan ahli agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *