AfganAfgan rilis album Retrospektif, kembali ke akar musik pop setelah 7 tahun vakum. (Foto: Tuty Ocktaviany)

JAKARTA – Afgan akhirnya kembali dengan karya terbaru bertajuk “Retrospektif” setelah tujuh tahun tidak merilis album. Album ketujuh ini menjadi fase penting karena merangkum perjalanan musikal serta proses pendewasaan dirinya, baik secara personal maupun spiritual.

“Retrospektif” menghadirkan eksplorasi mendalam tentang bagaimana Afgan tumbuh, jatuh, bangkit, hingga menemukan kembali suara paling jujurnya. Album ini juga menandai kembalinya Afgan pada akar musik pop Indonesia yang sejak awal membentuk identitas bermusiknya.

“Setelah bertahun-tahun bereksperiman dan berjalan jauh, gue ingin kembali ke akar yang pernah menumbuhkan gue. Tapi kali ini dengan hati yang berbeda, lebih matang, lebih jujur dan lebih siap berbagi cerita,” ucap Afgan saat memperkenalkan album “Restrospektif” di atas bus dengan rute awal di Ratu Plaza Jakarta, Minggu (17/11/2025).

Afgan
Afgan rilis album Retrospektif, kembali ke akar musik pop setelah 7 tahun vakum. (Foto: Tuty Ocktaviany)

Dalam proses kreatifnya, Afgan ingin muncul dengan sesuatu yang segar dan tidak mudah diterka para pendengar. Ia merasa perlu memberikan pengalaman baru setelah hampir dua dekade berkarier. “Saya butuh sesuatu yang bikin saya excited untuk rilis, sesuatu yang fresh,” katanya.

Hal yang cukup mengejutkan, album ini menyelipkan satu lagu berbahasa Inggris di tengah konsep bahasa Indonesia. Afgan menjelaskan bahwa keputusan tersebut muncul secara spontan, tanpa batasan kreativitas. “Kreativitas itu jangan ada aturan, jangan dilimit. Kalau dibatasi malah jadi stuck,” ujarnya.

Lagu berbahasa Inggris tersebut berjudul “The One That Got Away”, dengan nuansa retro yang menurutnya dapat menjangkau pasar internasional. Lagu ini bercerita tentang kesadaran yang datang terlambat, kita kadang baru benar-benar memahami makna seseorang setelah kehilangan.

Menariknya, Afgan membawa kembali unsur yang sangat melekat pada era awal kariernya, yakni ikon kacamata. Hal ini sekaligus menjadi nostalgia bagi para penggemar lamanya. “Retrospektif itu artinya mengunjungi masa lalu. Saya kembali ke genre pop Indonesia yang dulu buka jalan untuk saya, termasuk kembali dengan kacamata,” katanya.

Single pertama “Kacamata” yang lebih dulu dirilis menjadi gerbang bagi pendengar untuk memasuki dunia Retrospekstif. Lagu ini disambut hangat oleh pendengar dan mencatat lebih dari 4 juta kali pemutaran hanya dalam waktu kurang dari satu bulan.

“Kacamata bercerita tentang mengalah bukan berarti kalah. Cara lain untuk mencintai, meski akhirnya harus merelakan,” ucap Afgan.

“Retrospektif” menjadi potret kedewasaan Afgan sebagai musisi dan manusia. Album ini bukan tentang nostalgia, melainkan tentang penerimaan dan pemahaman. Ia menoleh ke masa lalu bukan untuk terjebak di sana, melainkan untuk merangkul setiap pengalaman yang membentuk dirinya hari ini.

“Gue pengen orang yang dengerin album ini ngerasa ditemani,” kata Afgan. “Buat gue, ‘Retrospektif’ adalah perjalanan pulang ke tempat di mana gue pertama kali menemukan makna musik dan jujur sama diri sendiri,” ucapnya. Album “Retrospektif” sudah bisa didengarkan di seluruh digital streaming platform mulai 19 November 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *