HubunganJangan ekspektasi berlebihan dalam hubungan. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Banyak orang tanpa sadar berharap pasangan bisa memenuhi semua kebutuhan emosional mereka. Mulai dari sahabat, tempat curhat, hingga sumber kebahagiaan, semuanya dibebankan pada satu orang.

Padahal, meski terlihat wajar, pola ini justru bisa membebani hubungan dan membuatnya tidak sehat.

Apa Itu Emotional Outsourcing dan Penyebabnya

Konsep ini dikenal sebagai emotional outsourcing, yaitu ketika seseorang menggantungkan seluruh kebutuhan emosionalnya pada pasangan. Istilah ini dijelaskan oleh Aditi Govitrikar, seorang aktor, supermodel, sekaligus pakar kesehatan.

“Cinta bukan lagi ruang yang kita bangun bersama, melainkan menjadi ekspektasi di mana kita ‘menyewa’ orang lain untuk memenuhinya,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Hindustan Times, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa banyak orang masuk ke dalam hubungan dengan ekspektasi yang tidak realistis. “Jadilah sahabat saya, terapis saya, penyemangat saya, partner hidup, bahkan alasan saya untuk hidup—semua itu sering dibebankan pada satu orang,” katanya.

BACA JUGA:

Dua Lipa dan Callum Turner Siapkan Pernikahan Intim Musim Panas Ini

Menurutnya, emotional outsourcing terjadi ketika kita berharap pasangan mengisi peran yang sebenarnya belum bisa kita penuhi sendiri. Fenomena ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti pola asuh masa kecil, kurangnya rasa aman secara emosional, budaya, hingga gaya keterikatan (attachment style). Kurangnya kesadaran diri terhadap kondisi emosional juga menjadi penyebab utama.

Ia menambahkan bahwa kesenjangan antara ekspektasi dan realita sering kali berujung pada kekecewaan. “Kekecewaan pasti terjadi ketika jarak antara harapan dan kenyataan terlalu jauh,” ucapnya.

Cara Membangun Hubungan yang Lebih Sehat

Menurut Dr Aditi, hubungan yang sehat adalah ketika dua individu yang utuh memilih untuk berjalan bersama, bukan saling bergantung secara berlebihan.

“Hubungan yang sehat terjadi ketika dua orang yang sudah utuh memilih untuk berjalan berdampingan,” ucapnya.

Perubahan penting dimulai dari dalam diri, yaitu dengan bertanggung jawab atas emosi, proses penyembuhan, rasa percaya diri dan kestabilan diri sendiri. Ketika hal itu tercapai, hubungan menjadi lebih ringan dan autentik.

“Saat kita bertanggung jawab atas diri sendiri, kita tidak lagi menuntut berlebihan dalam cinta, melainkan lebih terbuka untuk menjalaninya,” ucapnya.

BACA JUGA:

Miranda Kerr Ungkap Perubahan Tubuh Usai Punya 4 Anak, Kini Tak Takut Menua

Ia juga menekankan pentingnya memiliki sistem pendukung selain pasangan, seperti teman, keluarga, hobi dan waktu untuk diri sendiri. “Pasangan tidak harus menjadi segalanya. Mereka adalah orang yang kita pilih setiap hari,” ujarnya.

Sebagai refleksi, kutipan dari Shah Rukh Khan dalam film Dear Zindagi juga menggambarkan hal ini. “Dalam hidup ada banyak jenis hubungan dan setiap perasaan punya tempatnya masing-masing. Tidak adil jika semua beban perasaan kita ditaruh pada satu hubungan saja.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *