Cotton BudBahaya cotton bud, sebabkan 70 persen cedera telinga dan risiko kehilangan pendengaran. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Apakah kamu juga sering menggunakan cotton bud setiap kali merasa ada kotoran atau sensasi gatal di telinga? Banyak orang terbiasa memakai alat ini untuk membersihkan telinga, padahal kebiasaan tersebut justru bisa membahayakan.

Dr. Saurabh Sethi, seorang ahli gastroenterologi dan hepatologi lulusan AIIMS, Harvard dan Stanford University, memperingatkan agar masyarakat berhenti menggunakan cotton bud di telinga. Dalam unggahan Instagram-nya pada 10 November, ia menjelaskan bahwa telinga sebenarnya memiliki mekanisme pembersihan alami seperti halnya bagian tubuh lainnya.

Menurut Dr. Sethi, meski pada kemasannya tertera peringatan “Jangan masukkan ke dalam saluran telinga”, banyak orang tetap mengabaikannya. Padahal, tindakan ini dapat menyebabkan kerusakan serius. Secara ilmiah, telinga manusia mampu membersihkan dirinya sendiri dan kotoran telinga memiliki fungsi penting.

“Kotoran telinga berfungsi menangkap debu dan bakteri, melindungi saluran telinga, serta secara alami keluar dengan sendirinya,” katanya, dikutip dari Hindustan Times, Selasa (11/11/2025).

Namun, ketika seseorang memasukkan cotton bud ke dalam telinga, sebenarnya mereka tidak sedang membersihkan, melainkan mendorong kotoran lebih dalam. “Hal itu dapat menyumbat saluran telinga, menyebabkan nyeri, infeksi, bahkan merobek gendang telinga,” kata Dr. Sethi.

Ia juga mengutip hasil penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Pediatrics tahun 2017, yang menemukan bahwa lebih dari 70 persen kasus cedera telinga di ruang gawat darurat disebabkan oleh penggunaan cotton bud.

“Saya tahu rasanya memang memuaskan, tapi sensasi itu bisa menimbulkan kerusakan permanen pada pendengaran. Bagikan informasi ini agar lebih banyak orang sadar,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *