JAKARTA – Mengonsumsi minuman energi saat tubuh terasa lelah memang terlihat seperti solusi cepat untuk menambah stamina. Namun di balik efeknya yang terasa instan, minuman energi dapat memberikan dampak serius, terutama bagi orang yang memiliki masalah kesehatan jantung. Kandungan kafein tinggi dan bahan perangsang lainnya dapat membebani jantung lebih berat dari yang disadari banyak orang.
Dr. Kunal Sood, seorang ahli anestesi dan spesialis pengobatan nyeri intervensi, menjelaskan alasan mengapa penderita gangguan jantung sebaiknya menghindari minuman energi. Dalam unggahan video di Instagram miliknya, ia memaparkan bagaimana minuman energi dapat memengaruhi fungsi jantung dan bahkan memicu kondisi berbahaya seperti henti jantung.
Dampak Minuman Energi terhadap Kesehatan Jantung
Menurut Dr. Sood, sebagian orang mengonsumsi minuman energi untuk mendapatkan dorongan energi dalam waktu singkat berkat kandungan kafeinnya. Namun, efek tersebut dapat menimbulkan risiko serius pada jantung bagi individu tertentu.
“Minuman seperti Celsius, Red Bull, dan Monster mengandung kafein dalam dosis tinggi serta bahan perangsang lain seperti taurine dan guarana. Kombinasi zat tersebut dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah selama berjam-jam setelah dikonsumsi. Pada beberapa orang, ini bahkan bisa mengganggu irama jantung normal,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pada seseorang yang memiliki penyakit jantung bawaan atau gangguan genetik, lonjakan stimulasi tersebut dapat memicu aritmia berbahaya hingga, dalam kasus tertentu, menyebabkan henti jantung. Dr. Sood juga menyebutkan bahwa beberapa penelitian menemukan hubungan antara konsumsi minuman energi secara berlebihan dengan hipertensi, perubahan pembekuan darah, serta stres pada pembuluh darah. Meski demikian, bukti jangka panjang terkait risiko langsung penyakit jantung masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Batas Aman Konsumsi Kafein Harian
Dr. Sood menyampaikan bahwa batas konsumsi kafein yang disarankan adalah tidak lebih dari 400 miligram per hari, setara sekitar empat cangkir kopi kecil. Ia juga menegaskan bahwa individu dengan gangguan irama jantung atau sensitivitas terhadap stimulan sebaiknya menghindari minuman energi sepenuhnya.
Menurutnya, meski minuman energi dapat membantu seseorang tetap terjaga atau meningkatkan performa saat olahraga, jantung tetap bekerja lebih keras untuk memproses stimulasi tersebut. “Terkadang, sumber energi terbaik datang dari hidrasi, nutrisi dan istirahat yang cukup, bukan dari minuman dalam kemasan,” ucap Dr. Sood, dilansir dari Hindustan Times, Minggu (16/11/2025).

