PrisiaDifki Khalif dan Prinsa Mandagie rilis ulang Seandainya dengan warna emosional lebih segar. (Foto: Musica)

JAKARTA – Difki Khalif dan Prinsa Mandagie berkolaborasi dalam proyek lintas label untuk menghidupkan kembali lagu populer era 2000-an, “Seandainya”. Lagu yang dipopulerkan oleh Vierratale—sebelumnya dikenal sebagai Vierra—kini hadir dengan interpretasi baru yang lebih emosional dan segar.

Kolaborasi ini terwujud melalui kerja sama antara Musica Studios dan Sony Music Entertainment Indonesia, yang membuka ruang kreatif bagi para musisi untuk menafsir ulang karya-karya populer. Dari sejumlah pilihan lagu yang ditawarkan, Prinsa langsung menjatuhkan pilihan pada “Seandainya”.

“Banyak orang tumbuh bersama lagu ini, termasuk aku,” kata Prinsa, dikutip Celebdaily.id, Kamis (19/2/2026). Ia menambahkan, “Lagu ini bukan sekadar anthem galau, tapi bagian dari perjalanan remaja generasi 2000-an.”

Sebagai dua solois dengan karakter vokal berbeda, Difki dan Prinsa menjalani workshop intensif untuk membangun chemistry serta menentukan pembagian bagian vokal yang paling harmonis. Difki mengakui proses tersebut menjadi pengalaman baru dalam kariernya.

“Kami memang punya range suara berbeda, jadi workshop membantu kami menentukan siapa menyanyikan bagian mana supaya tetap harmonis,” kata Difki.

Prisia
Difki Khalif dan Prinsa Mandagie rilis ulang Seandainya dengan warna emosional lebih segar. (Foto: Musica)

Aransemen terbaru “Seandainya” dibuat lebih emosional dengan tambahan sentuhan orkestra, tanpa meninggalkan karakter pop-rock yang menjadi ruh lagu aslinya. Tantangan terbesar, menurut Prinsa, adalah menjaga keseimbangan antara nuansa nostalgia dan identitas musikal mereka sendiri.

“Tantangannya bukan hanya membawakan ulang, tapi bagaimana membuatnya terasa segar, tetap akrab, namun punya warna kami sendiri,” katanya.

Proses harmonisasi vokal dirancang oleh Barsena Bestandhi, yang memastikan dua warna suara berbeda tersebut dapat menyatu secara mulus. Keduanya pun melalui proses eksplorasi panjang, mencoba berbagai opsi pembagian suara dan penyesuaian range hingga menemukan komposisi yang paling pas.

Momen paling berkesan terjadi saat sesi preview akhir. Ketika aransemen lengkap dengan elemen orkestra terdengar utuh, mereka merasakan lagu ini menemukan bentuk barunya. “Ini bisa jadi versi yang berbeda, tapi tetap familiar,” ujar Prinsa.

“Seandainya” versi Difki Khalif dan Prinsa Mandagie sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital mulai 18 Februari 2026. Lagu ini menjadi bukti bahwa karya lama dapat kembali hidup dengan napas baru, tanpa kehilangan esensi yang membuatnya dicintai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *