JAKARTA – Dwayne “The Rock” Johnson mengaku sempat berada di “zona nyaman” dalam kariernya selama beberapa waktu. Aktor 53 tahun itu menikmati kesuksesan besar setelah beralih dari dunia gulat ke layar lebar, namun ia menyadari bahwa dirinya terlalu lama bermain aman dengan film-film Hollywood beranggaran besar.
Kepada Variety, Dwayne mengatakan, “Saya berada di zona nyaman cukup lama. Membuat film-film besar memang sulit, tetapi terasa nyaman. Yang benar-benar saya takuti adalah membuka diri dan menghadapi trauma terdalam yang saya miliki.”
Selama bertahun-tahun, Dwayne percaya bahwa penggemarnya hanya ingin melihatnya di jenis film tertentu, sehingga ia terus mengambil proyek serupa. Namun, Emily Blunt — lawan mainnya dalam film biopik olahraga The Smashing Machine — mendorong Dwayne untuk keluar dari pola itu dan menantang dirinya sebagai aktor.
“Saya dulu punya moto, ‘Penonton adalah yang utama,’” ujar Dwayne. “Emily berkata, ‘Aku suka prinsip itu. Itu bekerja untukmu selama bertahun-tahun. Tapi kalau kamu benar-benar ingin menghargai penonton, tunjukkan cermin dari dirimu sendiri. Bukankah itu juga cara untuk peduli pada mereka?’”
Film The Smashing Machine mendapat sambutan luar biasa dengan tepuk tangan selama 15 menit di Festival Film Venesia awal tahun ini. Dwayne, yang berperan sebagai petarung UFC Mark Kerr, mengaku sangat tersentuh dengan apresiasi tersebut.
“Sulit menemukan kata-kata yang tepat karena begitu emosional. Itu terasa seperti validasi atas perjalanan sekali seumur hidup ini, bukan hanya bagi kami, tapi juga bagi orang yang benar-benar menjalani kisah itu,” ujarnya.
Sementara itu, Dwayne juga berbagi pengalaman menyenangkan saat bekerja dengan petinju Oleksandr Usyk dalam film yang sama. Ia bercerita bahwa saat pertama kali beradu peran dengan Usyk di adegan laga, ia langsung bisa merasakan kekuatan dan ketangguhan sang juara tinju dunia.
“Pertama kali kami beradu gerak, saya langsung tahu — ini orang tangguh,” kata Dwayne kepada talkSPORT. “Usyk terlihat tenang, tapi saat bertarung, kamu akan sadar bahwa dia benar-benar berbahaya.”
Ia juga mengakui kecepatan dan kelincahan Usyk membuatnya kagum. “Kamu bisa merasakannya dari langkah dan keseimbangannya. Saat kami mulai sparing, beberapa pukulan dilayangkan dan kecepatannya luar biasa. Dalam hati saya cuma berpikir, kalau satu pukulan itu meleset sedikit saja, saya pasti langsung ke rumah sakit!” ujarnya sambil tertawa, dikutip dari Female First, Kamis (13/11/2025).

