CardioFormula fat loss terbukti dengan cardio dan strength training untuk hasil permanen. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Menurunkan lemak tubuh sering disalahartikan sebagai aktivitas cardio berjam-jam tanpa henti. Banyak orang masih percaya bahwa berlari di treadmill selama berjam-jam adalah satu-satunya cara untuk melihat hasil. Kenyataannya, proses fat loss jauh lebih kompleks daripada sekadar membakar kalori.

Anish Palesha, seorang pelatih kebugaran asal Pune, Maharashtra, membagikan “rumus fat loss yang sebenarnya” lewat unggahan di Instagram. Ia menegaskan bahwa sebagian besar orang menjalankan metode penurunan lemak dengan cara yang tidak tepat.

“Lari 50 km mungkin membuat perutmu sedikit mengecil, tapi itu tidak membuat lemak hilang. Yang ada kamu malah bisa masuk rumah sakit. Kamu memainkan game ini dengan salah. Biarkan saya tunjukkan formula fat loss yang sebenarnya,” kata Luke, seperti dikutip dari Hindustan Times, Selasa (9/12/2025).

Ia melanjutkan, “Saya akan memperbaiki semua kesalahan yang kamu lakukan di gym. Topik hari ini—yang hampir semua orang salah paham—adalah hubungan antara cardio dan fat loss.”

BACA JUGA: 

Sumber Makanan Terbaik untuk Diet Sehat: Bukan Membatasi tapi Mengatur Porsi

Ingin Bakar Lemak Cepat? Kuncinya Ada pada Nutrisi!

Menurutnya, fat loss tidak hanya tentang membakar kalori. “Prosesnya bergantung pada regulasi hormon, menjaga massa otot, dan keseimbangan energi. Ikuti tiga hal ini dan kamu akan melihat bagaimana hasil fat loss bisa sangat signifikan,” katanya.

1. Pentingnya Zone 2 Cardio

“Zone 2 cardio sangat penting. Lakukan cardio berdurasi panjang dengan intensitas rendah, jaga detak jantung pada 60–70% dari detak jantung maksimal,” katanya. Bentuk latihan seperti berjalan, bersepeda atau jogging adalah contoh yang tepat.

2. Coba Circuit Training

“Kalau kamu punya waktu terbatas, lakukan 3–4 putaran latihan selama 10 menit seperti battle ropes, burpees atau box jumps dalam bentuk circuit,” kata Luke. Latihan ini membantu memaksimalkan pembakaran kalori dalam waktu lebih singkat.

3. Strength Training

“Yang paling penting adalah strength training. Ketika kamu membangun otot, basal metabolic rate (BMR) akan meningkat. Semakin banyak massa otot, semakin banyak kalori yang terbakar. Ini menghasilkan fat loss permanen, penyimpanan lemak yang lebih sedikit, dan regulasi hormon yang lebih baik,” ucapnya.

Luke menegaskan bahwa “hanya berlari tidak cukup—latihan yang cerdas juga diperlukan. Fat loss adalah kombinasi antara defisit kalori dan strength training.” Dengan memadukan cardio yang tepat, latihan kekuatan, serta nutrisi yang seimbang, siapa pun dapat mencapai penurunan lemak yang berkelanjutan tanpa mengorbankan kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *