Gitar Kirk HammettGitar Kirk Hammett laku 12 kali lipat dari perkiraan, terjual Rp1,2 miliar di lelang bergengsi. (Foto: Female First)

JAKARTA – Sebuah gitar yang dimainkan Kirk Hammett saat penampilan terakhir Black Sabbath terjual jauh melampaui ekspektasi. Instrumen ikonik itu laku dengan harga mencengangkan, yakni USD76.800 atau sekitar Rp1,2 miliar.

Gitar tersebut—sebuah Gibson SG silver—menjadi salah satu highlight dari lelang tahunan Played, Worn and Torn yang digelar Julien’s Auctions. Padahal, gitar itu awalnya diperkirakan hanya akan terjual di kisaran USD4.000–USD6.000, namun akhirnya dilelang lebih dari 12 kali lipat dari harga taksirnya. Gitar itu digunakan Hammett saat konser terakhir mendiang Ozzy Osbourne bersama Black Sabbath di Birmingham pada Juli lalu.

Meski demikian, gitar itu bukan yang termahal dari koleksi Hammett yang dilelang. Sebuah Gibson Custom Shop Michael Schenker Flying V tahun 1985 terjual dengan harga fantastis USD160.000, sementara ESP Wavecaster 1996 dengan bodi transparan mencapai harga akhir USD89.600.

Lelang itu juga menghadirkan berbagai item dari legenda musik lain seperti Elvis Presley, The Beatles, hingga Bob Dylan. Namun, barang termahal yang terjual adalah gitar milik Keith Richards dari Rolling Stones, yakni Gibson Les Paul Standard 1960 bertanda tangan, yang laku dengan angka mengesankan USD192.000.

Sementara itu, rekan satu band Hammett, Lars Ulrich, mengenang momen “Back to the Beginning” dan bagaimana semua musisi yang hadir dibuat takjub oleh penampilan Black Sabbath. Ia berkata kepada Howard Stern, “Semua dari kami benar-benar kehilangan akal dan ketika mereka mulai memainkan ‘War Pigs’ dengan lampu menyala, suasana, dan sirene. Sebagai penggemar, kami berharap yang terbaik. Kami ingin itu menjadi penampilan sempurna, tapi kami tidak tahu kondisi mereka sebenarnya.”

Lars juga menceritakan bahwa suara Ozzy membuat semua orang terkejut karena begitu stabil dan kuat. “Lalu Ozzy masuk bernyanyi dan terdengar hebat, tepat semua nada dan timing. Semua langsung berpikir, ‘Ini akan baik-baik saja, mereka akan benar-benar menghancurkannya’,” ujarnya.

Kabar meninggalnya Ozzy Osbourne disebut Lars sebagai pukulan besar bagi semua orang. “Kami semua sangat terkejut. Sangat sedih. Tapi pada saat yang sama, ia berhasil tampil dan menyelesaikan konser yang sudah lama ingin ia lakukan sejak sebelum Covid,” katanya. “Ia naik ke panggung, ia bermain. Mungkin itu beban besar yang akhirnya terangkat dan setelah meraih apa yang ia inginkan, ia pun melepaskannya,” ucapnya, seperti dikutip dari Female First, Sabtu (29/11/2025).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *