Gwyneth PaltrowGwyneth Paltrow ungkap telah simpan pakaian untuk putrinya Apple sejak 20 tahun sebelum lahir. (Foto: Instagram @gwynethpaltrow)

JAKARTA – Aktris Hollywood, Gwyneth Paltrow ternyata sudah menyiapkan pakaian untuk putrinya, Apple, jauh sebelum sang anak lahir. Ia mengaku mulai menyimpan koleksi busana miliknya bahkan 20 tahun sebelum Apple hadir di dunia.

Bintang 53 tahun itu pertama kali menjadi ibu pada 2004, ketika melahirkan Apple dari pernikahannya dengan vokalis Coldplay, Chris Martin. Dua tahun kemudian, ia dikaruniai anak laki-laki bernama Moses. Gwyneth mengaku sudah lama mengidamkan memiliki anak perempuan yang kelak bisa mewarisi koleksi pakaian desainer miliknya.

Dalam wawancara dengan majalah Vogue, Gwyneth bercerita, “Aneh, tapi aku mulai menyimpan pakaian untuk Apple sekitar 15 sampai 20 tahun sebelum dia lahir. Aku tidak hanya melihat pakaian sebagai benda, tetapi juga sebagai kenangan dalam hidup dan momen-momen yang menyertainya. Aku selalu menyimpan segalanya dengan harapan suatu hari punya anak perempuan yang ingin memakainya.”

Kini, kerja keras Gwyneth pun terbayar. Apple, yang kini berusia 21 tahun, sering meminjam pakaian sang ibu—terutama koleksi lawas dari tahun 1990-an seperti busana Calvin Klein dan Prada.

Meski begitu, Apple mengaku terkadang kesulitan mengenakan sepatu ibunya. “Sepatunya luar biasa, tapi kadang tidak muat. Kakiku cukup besar, jadi agak sedih, tapi kalau ada yang muat, pasti aku ambil semuanya,” ujarnya.

Gwyneth dan Apple kini tampil bersama dalam kampanye fashion pertama mereka, menjadi wajah dari koleksi GapStudio rancangan desainer Zac Posen untuk merek ritel ternama Gap.

Selain itu, Apple juga menjadi wajah dari label fashion asal Inggris, Self-Portrait. Dalam wawancara dengan majalah Interview, ia mengaku sering merasa cemas karena sorotan publik terhadap dirinya sebagai anak selebritas.

“Sejak kecil aku sudah terbiasa hidup dalam dua dunia—kadang diserbu kamera di bandara bersama ibuku, tapi di sisi lain aku juga anak biasa,” katanya. Apple juga menuturkan bahwa perhatian berlebihan itu membuatnya takut berbuat salah.

“Aku pernah membaca buku Discipline and Punish karya Michel Foucault yang membahas tentang negara pengawasan, dan aku merasa tumbuh dalam situasi seperti itu. Rasanya menakutkan dan membuatku sangat cemas untuk melakukan kesalahan,” katanya.

Meski begitu, kini Apple berusaha untuk tidak tertekan dengan pandangan publik. “Dulu aku berpikir dunia tidak butuh satu lagi anak selebritas. Tapi sekarang aku mencoba menjalani hidupku sendiri, melakukan hal yang aku suka dan tidak peduli dengan omongan orang. Aku hanya ingin bersenang-senang dan menemukan jalan hidupku,” ujarnya, dikutip dari Female First, Minggu (2/11/2025).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *