JAKARTA – Kehamilan adalah pengalaman yang indah, namun berbagai perubahan kulit—terutama jerawat—sering membuat banyak perempuan merasa frustrasi atau kurang percaya diri. Alih-alih mendapatkan “pregnancy glow”, kulit justru bisa menjadi lebih sensitif dan mudah berjerawat.
Dr. Kunal Sood, seorang dokter anestesi dan spesialis manajemen nyeri intervensi, menjelaskan alasan jerawat dan perubahan kulit begitu umum terjadi selama kehamilan. Dalam video Instagram yang diunggah pada 12 Desember, ia memaparkan perubahan biologis yang memicu jerawat pada masa kehamilan sekaligus memberikan tips untuk menjaga kesehatan kulit.
Jerawat saat Kehamilan
Menurut Dr. Sood, perubahan kulit selama kehamilan sangat umum terjadi, terutama karena kulit menjadi lebih sensitif dan jerawat merupakan salah satu gejala yang paling sering muncul. Ia menjelaskan, “Saat kadar hormon berubah, kelenjar minyak menjadi lebih aktif, membuat pori-pori lebih mudah tersumbat. Ditambah dengan faktor genetik, riwayat jerawat, stres, kurang tidur atau produk yang menyumbat pori, maka breakout bisa menjadi jauh lebih terlihat.”
BACA JUGA:
Sumber Makanan Terbaik untuk Diet Sehat: Bukan Membatasi tapi Mengatur Porsi
Ingin Bakar Lemak Cepat? Kuncinya Ada pada Nutrisi!
Cara Mencegah Jerawat Selama Hamil
Dr. Sood menekankan bahwa kulit lebih sensitif selama kehamilan, sehingga pencegahan dimulai dari penggunaan produk perawatan yang lebih lembut. Ia menyarankan, “Pencegahan dimulai dengan kebiasaan yang lebih lembut seperti memakai pembersih wajah yang mild, memilih pelembap non-komedogenik, dan menghindari scrub keras atau eksfoliasi agresif. Beberapa obat topikal seperti clindamycin mungkin aman jika diresepkan dokter, tetapi retinoid, asam salisilat dosis tinggi dan banyak obat oral harus dihindari selama kehamilan.”
Ia juga merekomendasikan agar ibu hamil berkonsultasi dengan dokter atau dermatolog jika jerawat terasa menyakitkan, menetap atau mulai memengaruhi kepercayaan diri. “Ada pilihan perawatan yang aman untuk membantu meredakan peradangan sekaligus melindungi Anda dan kehamilan,” ujarnya.
Namun ia menegaskan, kondisi ini bukan kesalahan siapa pun—kulit hanya bereaksi terhadap perubahan fisiologis alami yang terjadi selama masa kehamilan dan proses ini membutuhkan waktu untuk stabil kembali. Demikian seperti dilansir Hindustan Times, Sabtu (13/12/2025).

