Kate MiddletonKate Middleton anggap kecanduan bukan pilihan, saatnya beri kasih dan empati. (Foto: Female First)

JAKARTA – Kate Middleton, Princess of Wales, menegaskan bahwa kecanduan bukanlah sebuah pilihan. Ia meminta masyarakat untuk lebih menunjukkan empati dan kasih kepada para pengidap kecanduan.

Sebagai pelindung The Forward Trust—lembaga yang mendukung pemulihan para mantan pecandu—Catherine menekankan bahwa kecanduan alkohol, narkoba, atau judi adalah kondisi kesehatan mental yang kompleks, bukan kelemahan moral. Karena itu, ia menyerukan agar “rasa takut, rasa malu, dan sikap menghakimi” terhadap para pengidap segera diakhiri.

Dalam pesannya untuk memperingati Addiction Awareness Week, Catherine mengatakan, “Kecanduan bukanlah pilihan atau kegagalan pribadi, melainkan kondisi kesehatan mental yang kompleks yang harus dihadapi dengan empati dan dukungan. Namun hingga kini, bahkan di tahun 2025, pengalaman orang-orang yang hidup dengan kecanduan masih dibentuk oleh rasa takut, rasa malu, dan penghakiman. Ini harus berubah.”

Ia menambahkan bahwa stigma terhadap mereka yang menghadapi kecanduan membuat masalah ini “berkembang diam-diam”, memengaruhi keluarga, komunitas, dan menghancurkan kehidupan banyak orang. “Banyak dari kita pasti mengenal seseorang yang sedang berjuang menghadapi kecanduan.”

“Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan kasih dan kepedulian kita, membantu mereka—atau teman dan keluarga mereka—untuk menjangkau organisasi seperti The Forward Trust agar mendapatkan dukungan,” katanya.

Catherine juga mengajak masyarakat untuk menunjukkan “kebaikan dan pemahaman”, serta berbicara lebih terbuka mengenai kecanduan dan dampaknya.

Ia menegaskan, “Pemulihan itu sulit, tetapi dengan perawatan yang tepat, hal itu sangat mungkin. Dan semua itu dimulai dari sebuah percakapan, telinga yang mau mendengar, dan kepedulian.”

Ia melanjutkan, “Jadi mari ikut terlibat dalam percakapan ini. Dengan membicarakannya secara terbuka, kita bisa membawa masalah kecanduan dan dampaknya keluar dari bayang-bayang.”

“Kita bisa membingkai ulang isu ini dengan kebaikan dan pemahaman, dan membantu individu serta keluarga yang sedang menghadapi kecanduan agar tahu bahwa mereka tidak sendirian,” ujarnya.

Tony Adams, mantan kapten tim nasional Inggris yang merupakan seorang pemulih dari kecanduan alkohol sekaligus ketua dewan wali Forward Trust, juga mendorong mereka yang sedang berjuang untuk mencari bantuan.

Ia berkata, “Jika Anda sedang berjuang menghadapi kecanduan atau masalah kesehatan mental, tolong segera mencari bantuan yang tepat. Hal terbaik yang pernah saya lakukan adalah mengakui, ‘Saya tidak bisa melakukannya sendirian.’”

Pernyataan Catherine disampaikan setelah hasil survei dari Forward Trust mengungkapkan bahwa lebih dari separuh dari 2.124 responden memiliki pengalaman pribadi terhadap kecanduan atau mengenal seseorang yang mengalaminya. Dari mereka yang memiliki pengalaman langsung, 53 persen merasa tidak nyaman membicarakan kondisi mereka kepada atasan, 35 persen kepada keluarga dekat, 30 persen kepada teman, 28 persen kepada dokter umum, dan 27 persen kepada pasangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *