Kristen StewartKristen Stewart kritik industri film. (Foto: Instagram @kristenstewartsu)

JAKARTA – Kristen Stewart mengungkapkan bahwa membuat film saat ini terasa “terlalu sulit” dan penuh hambatan. Ia menilai industri perfilman telah berubah menjadi “neraka kapitalis” yang minim keberagaman.

Bintang Twilight yang kini melakukan debut penyutradaraan lewat The Chronology of Water itu menyerukan perlunya “perombakan total” dalam sistem industri. Stewart menilai banyak “batasan tak masuk akal” yang menghambat kreativitas seniman dan membuat karya baru sulit berkembang karena industri hanya mengutamakan formula yang sudah terbukti laku.

Ia mengatakan kepada The New York Times, “Kita berada di titik penting karena menurut saya kita membutuhkan pemutusan sistem secara menyeluruh. Termasuk di industri hiburan tempat saya bekerja. Kita perlu mulai merebut kembali film kita. Saya menghargai setiap serikat pekerja—tanpa mereka kita tidak akan bertahan. Tapi beberapa aturan dan struktur yang dibuat justru menciptakan hambatan luar biasa bagi seniman untuk mengekspresikan diri.”

BACA JUGA:

Scarlett Johansson Dikabarkan Gabung The Batman Part II, Siap Adu Akting dengan Robert Pattinson

Leonardo DiCaprio Khawatir Masa Depan Bioskop Terancam di Era Streaming

Stewart menambahkan bahwa kondisi industri saat ini adalah “neraka kapitalis” yang tidak ramah bagi perempuan, kelompok terpinggirkan, maupun suara-suara minoritas. “Saat ini terlalu sulit membuat film yang bukan blockbuster atau formula yang sudah terbukti,” ujarnya.

Aktris berusia 35 tahun itu bahkan ingin membuat film berikutnya “tanpa biaya besar” dan merasa cukup jika hanya menjangkau audiens yang kecil namun tepat sasaran.

Kristen Stewart
Kristen Stewart kritik industri film. (Foto: Instagram @kristenstewartsu)

Ia berkata, “Film berikutnya ingin saya buat tanpa biaya besar dan tetap menjadi hits. Orang mungkin berpikir saya gila, tapi saya yakin itu mungkin. Jika dibuat tanpa biaya besar dan bisa menyentuh sebagian kecil penonton saja, itu sudah cukup untuk saya. Tapi kita juga bisa kok membuat film kecil yang jadi hits besar!”

Stewart juga mengecam proses test screening dan intervensi eksekutif studio yang menurutnya justru “menghisap habis” bagian penting dari sebuah film demi mengejar selera pasar. Ia berkata, “Ada perhitungan angka di atas kertas untuk menentukan apakah sebuah lelucon lucu atau tidak. Sepuluh orang pria berusia di atas 50 tahun ikut menentukan bagaimana rambut karakter queer saya harus terlihat. Segala detail, warna dan kekhasan perlahan-lahan dipudarkan hingga menjadi abu-abu.”

Menurutnya, proses tersebut sangat melelahkan dan mematahkan semangat, selain juga sarat misoginis. “Ini bukan lingkungan yang membuat saya ingin rentan dan jujur, padahal itulah inti pekerjaan saya sebagai aktor,” katanya, dilansir dari Female First, Senin (8/12/2025).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *