JAKARTA – Lonovilla Menoreh hadir sebagai destinasi menginap yang menawarkan ketenangan alami di jantung Perbukitan Menoreh, Jatimulyo, Kulon Progo. Begitu tiba, suasana hening, udara sejuk, dan lanskap hijau langsung menciptakan rasa lepas dari rutinitas tanpa perlu perjalanan yang rumit.
Meski berada di kawasan perbukitan yang terasa jauh dari hiruk-pikuk kota, akses menuju Lonovilla Menoreh tergolong sangat mudah. Dari Tugu Yogyakarta, perjalanan hanya memakan waktu sekitar satu jam, sementara dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Wates dapat ditempuh kurang lebih 30 menit, dan dari Stasiun Wates sekitar 28 menit. Jalan beraspal lebar dan mulus yang berkelok mengikuti kontur bukit justru menjadi bagian dari pengalaman transisi menuju suasana tenang.

Setibanya di lokasi, pengunjung disambut halaman tanah yang luas dan terbuka tanpa sekat. Tanah dibiarkan alami, bersih, dan lapang, menghadirkan nuansa pulang kampung yang sederhana namun menenangkan. Angin membawa aroma dedaunan dan tanah basah, berpadu dengan suara alam seperti gesekan daun, serangga, dan kicau burung yang membuat waktu terasa berjalan lebih pelan.
BACA JUGA:
Legoland California Hadirkan Lego Galaxy, Wahana Luar Angkasa dan Roller Coaster Baru 2026
6 Destinasi Terbaik di India untuk Menikmati Olahraga Musim Dingin
Di sekeliling halaman, taman buah tumbuh apa adanya. Pohon durian muda, jambu, dan tanaman buah lain dirawat sederhana tanpa kesan dibuat-buat. Di area depan dekat parkir, terdapat kebun sayur hidup berisi tomat, terong, kacang panjang, jahe, rimpang, hingga sayuran musiman, menegaskan bahwa Lonovilla Menoreh bukan sekadar tempat menginap, melainkan ruang untuk menjalani hari dengan ritme alami.

Bangunan utama Lonovilla Menoreh mengusung konsep joglo modern yang kokoh sekaligus hangat. Ruang dalamnya lapang dengan bukaan besar yang memungkinkan cahaya alami dan udara pegunungan mengalir bebas. Lantai marmer bernuansa batu terasa sejuk di kaki dan menyatu dengan elemen kayu serta suasana hutan di sekitarnya, membuat tamu betah berlama-lama tanpa sadar.
Empat kamar tidur berukuran besar dirancang dengan konsep menyatu dengan alam. Setiap kamar memiliki akses langsung ke luar melalui pintu kaca lebar berpadu kayu jati, memungkinkan udara sejuk Menoreh dan suara alam masuk bebas. Pemandangan halaman, kebun, dan pepohonan menjadi latar alami saat bangun pagi, menghadirkan rasa tenang tanpa tergesa.

Fasilitas penunjang juga dibuat fungsional dan nyaman, mulai dari dua area dapur untuk aktivitas memasak bersama hingga kamar mandi dengan water heater yang pas untuk udara dingin perbukitan. Tanpa pendingin udara, suhu di dalam vila tetap nyaman karena kesejukan alami sudah menjadi keunggulan utama.
Lokasi Lonovilla Menoreh juga strategis untuk menjelajah wisata alam sekitar seperti Sungai Mudal, Gua Seplawan, Gua Kiskendo, Grojogan Sewu, Kedung Pedut, hingga kebun salak tempat pengunjung bisa memetik buah langsung dari pohonnya. Namun bagi banyak tamu, vila itu sendiri sudah cukup menjadi tujuan utama untuk beristirahat total.

Pengalaman menginap di Lonovilla Menoreh turut dirasakan langsung oleh para tamu. Hermanto, seorang pengusaha, mengatakan, “Nginep di Lonovilla Menoreh benar-benar bikin betah. Suasananya tenang, dingin alami, kamarnya luas dan nyaman. Malam hari sunyi, pagi bangun rasanya segar banget. Tempatnya cocok buat istirahat total.”
BACA JUGA:
Bangkok Jadi Destinasi Impian Wisatawan Inggris untuk 2026
Lisbon Dinobatkan sebagai Destinasi Liburan Paling Bahagia di Dunia
Hal serupa disampaikan Anas Nasrullah, karyawan bank, yang menyoroti kemudahan aksesnya. “Lokasinya ternyata gampang dijangkau. Dari Jogja dan bandara cepat, jalannya mulus dan lebar. Begitu sampai langsung terasa jauh dari keramaian kota. Akses mudah tapi suasananya benar-benar seperti di alam,” ujarnya.

Sementara itu, Hartono, seorang PNS, mengaku tertarik dengan kombinasi pengalaman yang ditawarkan. “Paling seru itu, nginep di Lonovilla Menoreh terus besoknya bisa metik salak dan lanjut ke air terjun. Semuanya dekat. Jadi satu tempat bisa dapet pengalaman nginep, kebun, dan wisata alam sekaligus. Rasanya kayak liburan kampung versi nyaman,” katanya.
Lebih dari sekadar vila, Lonovilla Menoreh menjadi ruang jeda bagi siapa pun yang ingin kembali ke ritme hidup yang lebih pelan. Di tempat ini, alam tidak hanya menjadi latar, tetapi bagian dari pengalaman.

