JAKARTA – Album grunge rahasia milik Mariah Carey akhirnya akan dirilis. Proyek musik yang selama puluhan tahun disembunyikan ini dijadwalkan meluncur pada 2026.
Mariah Carey sebelumnya mengungkap pada 2020 bahwa ia sempat membuat album alternatif pada 1995, sebuah perubahan besar dari gaya musiknya yang dikenal selama ini. Namun, album tersebut tak pernah dirilis. Kini, label rekamannya berencana merilis album berjudul Someone’s Ugly Daughter pada paruh kedua 2026.
Seorang sumber mengatakan kepada kolom Bizarre di The Sun, “Sejak Mariah membocorkan keberadaan album itu, para penggemar sangat ingin album tersebut resmi dirilis dan tersedia di layanan streaming. Setelah bertahun-tahun pembicaraan tanpa keputusan, semua pihak akhirnya sepakat album ini akan dirilis pada paruh kedua 2026. Ini sudah sangat lama ditunggu dan semoga penggemar merasa penantian ini sepadan. Ini jelas sisi Mariah yang belum pernah didengar sebelumnya.”
Pada Oktober 2024, penyanyi berusia 56 tahun itu juga mengakui bahwa ia masih berharap bisa merilis album grunge tersebut. Saat tampil di podcast Las Culturistas, pembawa acara Matt Rogers bertanya, “Bisakah kamu merilis album grunge itu?” dan Mariah menjawab, “Iya, kan? Aku kesal karena belum melakukannya, tapi harus rilis lewat siapa?”
Rogers kemudian menyarankan agar ia merilisnya secara independen, misalnya menggunakan “GarageBand atau sesuatu yang lebih grunge,” dan Mariah merespons, “Aku bisa saja melakukannya.” Ia menambahkan, “Itu album yang bagus. Kalian akan mendengarnya. Proyek itu memberi aku energi. Ada sisi lucu juga. Lagu-lagunya abadi.”
BACA JUGA:
Oasis Tolak Tawaran Tampil di The Sphere Las Vegas, Ini Alasannya
Ed Sheeran Ungkap Masih Punya Satu Tur Besar Sebelum Fokus pada Keluarga
Sebelumnya, pelantun All I Want For Christmas Is You itu pernah menceritakan tentang album yang terkubur tersebut dalam wawancara bersama Zane Lowe di Apple Music 1 pada 2020. Ia mengungkap bahwa para eksekutif musik melarangnya merilis album tersebut.
Ia berkata, “Aku sempat bermasalah karena membuat album itu—album alternatif—karena saat itu semuanya dikendalikan ketat oleh pihak yang berkuasa. Aku sebenarnya tidak pernah berpikir, ‘Oh, kita akan merilis ini.’ Tapi kemudian aku berpikir, aku harus merilisnya. Aku harus merilisnya dengan nama samaran, biarkan orang menemukannya sendiri. Tapi rencana itu dibatalkan.”
Album tersebut memang sempat dirilis dengan nama band Chick, dengan sahabat Mariah, Clarissa Dane, sebagai vokalis utama. Suara Mariah hanya muncul sebagai backing vocal dan ia dikreditkan sebagai “D. Sue”.
Dalam memoarnya pada 2020 The Meaning of Mariah Carey, ia menjelaskan proyek tersebut sebagai eksplorasi kreatif. Ia menulis, “Aku bermain-main dengan gaya penyanyi perempuan beraliran grunge-punk ringan yang populer saat itu. Mereka tampak sangat bebas mengekspresikan perasaan dan citra mereka. Mereka bisa tampil marah, emosional dan berantakan dengan sepatu lama, gaun kusut dan alis tak beraturan, sementara setiap langkahku sangat dihitung dan dibentuk sempurna. Aku ingin bebas, ingin melepaskan diri, mengekspresikan kesedihan—tapi aku juga ingin tertawa.” Demikian seperti dilansir Female First, Jumat (12/12/2025).

