JAKARTA – Kafein ternyata dapat membantu meredakan sakit kepala jika dikonsumsi dengan bijak dan tidak berlebihan. Para dokter menjelaskan bahwa secangkir kopi dalam jumlah wajar bisa meningkatkan efek obat pereda nyeri, namun konsumsi berlebihan atau pada waktu yang tidak tepat justru dapat memperburuk gejalanya.
Dalam podcast kesehatan BBC What’s Up Docs, Dr. Katy Munro, dokter umum sekaligus pakar dari National Migraine Centre, menjelaskan bahwa “Kafein adalah ko-analgesik, artinya dapat memperkuat efek obat pereda nyeri.” Namun ia juga mengingatkan, minum kafein terlalu malam bisa mengganggu kualitas tidur. Terlalu sering mengonsumsi kafein setiap hari dapat menyebabkan sakit kepala akibat penggunaan berlebihan, sedangkan menghentikannya secara tiba-tiba bisa memicu sakit kepala tambahan.
Pembawa acara podcast, Dr. Xand van Tulleken, mengaku mengalami sakit kepala setiap satu atau dua bulan sekali dan menggambarkan rasa nyerinya seperti “ada yang sedang mengebor bola mata.”
Kedua pakar tersebut menyarankan agar konsumsi kafein dipantau dengan hati-hati sebagai bagian dari pengelolaan sakit kepala secara menyeluruh. Mencatat pemicu juga dapat membantu mengenali pola.
Dr. Munro menuturkan, “Waktu terburuk bagi saya adalah saat mengemudi di musim gugur ketika sinar matahari rendah dan berkedip melalui pepohonan — itu benar-benar memperparah kondisi saya.”
Ia menyarankan pasien untuk mencatat hal-hal seperti aktivitas, pola makan, tidur, cuaca dan bagi perempuan — siklus menstruasi — namun dengan cara yang sederhana.
“Saya dulu membuat catatan terlalu rinci dan itu malah membuat saya stres. Jadi, sebaiknya cukup beri nilai dari satu sampai sepuluh untuk menggambarkan seberapa besar pengaruhnya terhadap hari Anda,” ucapnya.
Pola makan dan gaya hidup juga berperan penting dalam mengelola sakit kepala. Dr. Munro menyarankan pola makan bergaya Mediterania yang kaya protein, lemak sehat dan karbohidrat kompleks, serta menghindari melewatkan waktu makan atau mengonsumsi camilan tinggi gula. Ia menambahkan, “Saya juga merasakan perbedaan yang signifikan setelah mulai makan teratur dan membawa bekal makan siang ke tempat kerja.”
Selain itu, menjaga hidrasi tubuh, rutin berolahraga dan mengelola stres secara efektif juga dapat membantu mengurangi risiko sakit kepala. Obat pereda nyeri bebas dapat membantu, tetapi Dr. Munro memperingatkan agar menghindari obat yang mengandung kodein karena bisa meningkatkan frekuensi sakit kepala dan memperburuk gejala seperti mual.
“Obat apa pun yang mengandung kodein dapat membuat sakit kepala muncul lebih sering dan memperparah gejala seperti mual,” ucapnya, dilansir dari Female First, Selasa (11/11/2025).
Obat pereda nyeri sebaiknya digunakan secara terbatas — tidak lebih dari dua hari dalam seminggu — untuk mencegah sakit kepala kambuhan. Jika nyeri terus berlanjut atau memburuk, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

