AnemiaMusim dingin picu anemia pada wanita, kenali tanda dan solusi efektifnya. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Musim dingin sering memicu berbagai perubahan kesehatan akibat pergeseran cuaca. Kondisi ini membuat kelompok rentan, terutama wanita, lebih mudah mengalami kekurangan nutrisi. Pada musim dingin, banyak wanita merasakan penurunan energi dan perubahan imunitas karena tubuh mengalami beberapa penyesuaian alami.

Untuk memahami cara menangani kekurangan nutrisi tersebut, Dr. Swati Sinha, konsultan senior obstetri dan ginekologi di Rosewalk by Rainbow Hospitals menjelaskan bahwa musim dingin memang dapat meningkatkan risiko anemia pada wanita. Menurutnya, hal ini terutama terjadi karena minimnya paparan sinar matahari yang menyebabkan defisiensi vitamin D.

“Vitamin D penting untuk mengatur penyerapan zat besi dan membantu produksi sel darah merah. Saat kadar vitamin D menurun di musim dingin, tubuh memproduksi lebih banyak hepcidin, yaitu hormon yang menghambat penyerapan zat besi,” tuturnya, seperti dikutip dari Hindustan Times, Sabtu (13/12/2025).

Kondisi ini kemudian memicu rangkaian masalah lainnya. Kadar vitamin D yang rendah menyebabkan penyerapan zat besi melemah dan pada akhirnya menurunkan kadar hemoglobin. Kelompok tertentu juga lebih berisiko.

“Masalah ini sangat krusial bagi ibu hamil dan wanita dengan kebutuhan nutrisi lebih tinggi, karena bahkan defisiensi ringan pun dapat memengaruhi energi, imunitas dan kesehatan secara keseluruhan,” katanya. Wanita yang jarang keluar rumah dan kurang paparan matahari juga lebih rentan mengalami anemia musiman.

BACA JUGA:

Cara Turun Berat Badan Berkelanjutan Tanpa Diet Ketat

Jerawat Muncul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Aman Merawat Kulit

Bagaimana Cara Mengatasi Anemia Musim Dingin?

Penanganan anemia di musim dingin memerlukan perhatian pada beberapa aspek gaya hidup, mulai dari aktivitas fisik, pola makan, hingga paparan matahari yang cukup.

1. Cukupi Paparan Sinar Matahari

Dr. Sinha merekomendasikan, “Habiskan 15 hingga 30 menit di bawah sinar matahari siang, setidaknya tiga kali seminggu dengan lengan dan wajah terpapar untuk membantu meningkatkan kadar vitamin D alami.”

2. Tingkatkan Asupan Zat Besi dan Vitamin

Untuk melawan penurunan kadar zat besi dan vitamin, pola makan perlu diperkuat dengan nutrisi yang tepat.
Ia menyarankan konsumsi:
– Sayuran berdaun hijau
– Kacang-kacangan seperti lentil
– Sereal yang difortifikasi zat besi
– Sumber vitamin C seperti jeruk dan amla untuk meningkatkan penyerapan zat besi
– Ikan berlemak dan telur untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D

3. Lakukan Pemeriksaan Rutin

Dr. Sinha juga menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin untuk mengukur kadar hemoglobin, ferritin dan vitamin D. Jika diperlukan, konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan suplemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *