JAKARTA – Nutrifood Research Center (NRC) memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem riset dan inovasi berbasis sains di Indonesia. Upaya ini diwujudkan melalui pelibatan generasi muda, khususnya Gen Z, dalam berbagai program pengembangan talenta ilmiah.
Felicia Kartawidjajaputra, Health and Nutrition Science Manager of Nutrifood Research Center menekankan pentingnya peran Gen Z dalam kemajuan sains dan kesehatan.
“Gen Z merupakan generasi yang adaptif, analitis dan memiliki ketertarikan tinggi terhadap berbagai macam isu, termasuk kesehatan dan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
BACA JUGA:
Gerakan Nasional Cegah Diabetes, Kampanye #Hands4Diabetes 2025 Digelar di 27 Kota
Menurut Felicia, studi terbaru menunjukkan 52% Gen Z sudah terbiasa memanfaatkan teknologi AI untuk produktivitas dan 75% aktif mengembangkan keterampilan baru melalui pendidikan non-formal. “NRC berupaya memfasilitasi ekosistem pembelajaran dan ruang kolaborasi, untuk menghubungkan institusi pendidikan, masyarakat dan industri, sehingga lahir talenta-talenta sains yang kompeten dan relevan,” katanya.
Hadir sebagai keynote speaker, Prof. Dr. Ir. Antonius Suwanto, M.Sc., Guru Besar Mikrobiologi dan Bioteknologi Molekuler, juga menegaskan pentingnya regenerasi peneliti muda. Ia menyebut bahwa keberlanjutan komunitas ilmiah perlu dibangun melalui lingkungan yang mendukung tumbuhnya inovator baru.

“Kemajuan sains tidak terlepas dari regenerasi ilmuwan muda. Penting bagi Indonesia untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya peneliti dan inovator baru. Program seperti yang dilakukan NRC berperan strategis dalam memfasilitasi proses tersebut,” kata Prof. Antonius.
Dalam kesempatan tersebut, NRC mengumumkan penerima dana hibah NRC Fellowship 2025 dan pemenang NRC Student Bootcamp 2025. Tiga penelitian terpilih mendapat dana hibah, salah satunya pengembangan Wireless Wearable Device berbasis Flexible Strain Sensor oleh tim Universitas Gadjah Mada untuk memantau kesehatan otot secara real-time.
Penelitian lain dari Universitas Muhammadiyah menguji efek kombinasi whey protein, HMB, CrM, dan olahraga terhadap massa otot dan kadar kreatine kinase. Sementara itu, tim Universitas Diponegoro meneliti profil mikrobiota usus dan Short Chain Fatty Acid sebagai biomarker deteksi dini prediabetes yang berkaitan dengan risiko sarkopenia.
Program lain, NRC Student Bootcamp, juga mencuri perhatian. Program intensif untuk mahasiswa ini mendorong edukasi publik terkait pola hidup sehat di berbagai wilayah Indonesia. Tim dari Universitas Airlangga dan Diponegoro menjadi pemenang atas kampanye #BatasiGGL, dengan satu tim lain dari Universitas Muhammadiyah menerima honorable mention.

Sebagai strategi jangka panjang, NRC menghadirkan NRC Buddies, komunitas alumni yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan kolaborasi. Komunitas ini telah berkembang menjadi lebih dari 500 anggota melalui WhatsApp Group Community dan kini tengah menyiapkan berbagai inisiatif edukatif, termasuk kick-off serentak di Nutrihub hingga kompetisi konten kesehatan.
Melalui program-program tersebut, NRC menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem sains nasional sekaligus mengembangkan talenta muda Indonesia. “Nutrifood percaya inovasi berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui pendekatan berbasis sains dan penguatan kualitas sumber daya manusia,” Felicia.

