JAKARTA – Paris Hilton mengungkapkan keinginannya untuk berkolaborasi dengan Britney Spears. Ia menyebut keduanya sudah membicarakan kemungkinan membuat musik yang seru bersama.
Sosialita berusia 44 tahun ini merilis album debutnya Paris pada 2006 dan kembali ke dunia pop lewat album Infinite Icon pada 2024. Kini, Paris tengah menggarap album ketiganya dan mengaku baru-baru ini berbincang dengan Britney soal peluang kolaborasi.
Kepada Attitude, Paris berkata, “Kami sempat membicarakan untuk membuat musik yang menyenangkan. Aku juga baru bertemu dengannya dan kembali ngobrol soal musik. Jadi, kita lihat saja nanti. Kalau itu terjadi, itu akan jadi hal paling ikonik. Benar-benar mimpi yang jadi kenyataan.”
Paris kemudian menyebut album Blackout (2007) sebagai album favoritnya dari Britney. “Itu benar-benar dia apa adanya. Dia salah satu perempuan terkuat yang aku kenal. Dia ikon pop princess sejati, dengan hati yang sangat besar. Album itu benar-benar keren banget,” ujarnya.
BACA JUGA:
Graham Norton Teken NDA Jelang Pernikahan Taylor Swift: Aku Tak Boleh Bocorkan Apa Pun
Pernyataan tersebut muncul setelah Paris mengaku ia dan Britney terikat oleh “trauma” yang sama pada era 2000-an—pengalaman pahit yang justru membuat mereka berdua semakin kuat. Saat tampil di podcast I’ve Never Said This Before with Tommy DiDario, Paris ditanya apakah ia pernah membicarakan “trauma bersama” itu dengan Britney. Ia menjawab, “Iya. Aku baru beberapa minggu lalu bersama Britney merayakan ulang tahunnya di Meksiko dan kami membicarakan betapa kejam dan tidak berperasaannya orang-orang pada masa itu. Rasanya hanya sedikit orang yang benar-benar bisa memahami pengalaman seperti itu. Dan itu membuat kami berdua jadi sangat kuat.”
Paris juga mengenang pengalamannya hidup di bawah sorotan publik kala itu yang terasa sangat mengasingkan. “Dulu, menjatuhkan perempuan dianggap hiburan. Rasanya sangat sepi, karena hampir tidak ada yang mengerti bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu. Semuanya seperti dinormalisasi,” tuturnya.
Ia pun membayangkan pesan untuk dirinya yang lebih muda. “Kalau aku bisa kembali dan berbicara pada diriku yang dulu, aku akan bilang: ‘Paris, kamu akan melewati banyak hal dalam hidup—kadang sangat sulit, menakutkan, dan berat. Tapi suatu hari nanti semuanya akan terasa sepadan, karena kamu akan menginspirasi jutaan orang, mengubah rasa sakit menjadi tujuan hidup, dan membantu menyelamatkan kehidupan anak-anak, perempuan dan para penyintas di seluruh dunia.’”
Menutup ceritanya, Paris berkata, “Aku merasa kalau kamu bisa bertahan melewati era 2000-an—dengan semua yang aku alami—aku bisa bertahan menghadapi apa pun.” Demikian seperti dikutip dari Celebdaily.id, Sabtu (31/1/2026).

